DEDENG-SENSEI AU
Episode 04 — “Siapa yang Mengambil Gorengan Dedeng-sensei?”
Genre: School Comedy • Slice of Life • Absurd • Mystery Receh • Sinetron Indonesia
Pemeran: Dedeng-sensei, Invite-chan, My Hero, Pak Haji
SCENE 1 — LANJUTAN EPISODE SEBELUMNYA
Warung Pak Haji.
Dedeng-sensei baru saja menemukan bahwa teh manisnya sebenarnya tidak hilang.
Ia akhirnya bisa duduk tenang.
Di depannya ada sepiring gorengan.
Dedeng-sensei:
“Nah... sekarang tinggal menikmati gorengan.”
Ia mengambil satu.
KRIUK.
Dedeng-sensei:
“Hmm...”
Invite-chan dan My Hero masih berada di dekat meja.
Invite-chan:
“Enak, Sensei?”
Dedeng-sensei:
“Enak.”
Dedeng-sensei mengambil gorengan kedua.
Kemudian...
SFX:
TING!
HP Dedeng-sensei berbunyi.
SCENE 2 — GANGGUAN LAGI
Dedeng-sensei melihat HP.
Dedeng-sensei:
“Sebentar.”
Ia berdiri.
Dedeng-sensei:
“Sensei jawab dulu.”
Dedeng-sensei pergi beberapa langkah.
Invite-chan melihat gorengan.
My Hero melihat gorengan.
Pak Haji sedang sibuk melayani pembeli lain.
Beberapa detik kemudian...
Dedeng-sensei kembali.
Ia duduk.
Tangannya langsung menuju piring.
...
...
KOSONG.
Dedeng-sensei membeku.
Dedeng-sensei:
“...”
Ia melihat piring.
Lalu melihat sekitar.
Dedeng-sensei:
“Lho?”
SCENE 3 — KASUS KEDUA
Dedeng-sensei berdiri.
Dedeng-sensei:
“Gorengan saya mana?”
Invite-chan menoleh.
Invite-chan:
“Hah?”
My Hero langsung memasang ekspresi serius.
My Hero:
“Kasus baru.”
Dedeng-sensei:
“Jangan.”
My Hero mengambil kertas.
My Hero:
“Kita harus menyelidiki.”
Dedeng-sensei:
“Gak usah.”
My Hero:
“Ini sudah kasus kedua.”
Dedeng-sensei:
“Justru itu!”
SCENE 4 — TEMPAT KEJADIAN PERKARA
My Hero berdiri di depan meja.
My Hero:
“Semua mundur.”
Invite-chan mundur.
Pak Haji ikut mundur.
Dedeng-sensei tetap duduk.
My Hero:
“Sensei juga.”
Dedeng-sensei:
“Ini warung, bukan TKP kriminal.”
My Hero:
“Sekarang sudah menjadi TKP.”
Dedeng-sensei menghela napas.
Dedeng-sensei:
“Ya sudah.”
SCENE 5 — BUKTI PERTAMA
My Hero memeriksa piring.
My Hero:
“Piring kosong.”
Invite-chan:
“Betul.”
My Hero:
“Tidak ada remah-remah mencurigakan.”
Dedeng-sensei:
“Karena gorengannya dimakan.”
My Hero mengangguk.
My Hero:
“Benar juga.”
Ia mencatat.
SCENE 6 — DAFTAR TERSANGKA
My Hero menulis di kertas.
DAFTAR TERSANGKA
Tersangka 1: Dedeng-sensei
Dedeng-sensei:
“Lho, kenapa Sensei?”
My Hero:
“Karena Sensei pemilik gorengan.”
Dedeng-sensei:
“...”
My Hero:
“Motifnya jelas.”
Dedeng-sensei:
“Motif apa?!”
Tersangka 2: Invite-chan
Invite-chan:
“Aku gak ambil!”
My Hero:
“Kamu tadi dekat meja.”
Invite-chan:
“Aku cuma lihat!”
Tersangka 3: Pak Haji
Pak Haji:
“Saya dari tadi jualan.”
My Hero:
“Justru itu.”
Pak Haji:
“...”
SCENE 7 — INTEROGASI INVITE-CHAN
My Hero berdiri di depan Invite-chan.
My Hero:
“Pertanyaan pertama.”
Invite-chan:
“Silakan.”
My Hero:
“Apakah kamu mengambil gorengan Dedeng-sensei?”
Invite-chan:
“Tidak.”
My Hero:
“Yakin?”
Invite-chan:
“Yakin.”
My Hero:
“100%?”
Invite-chan:
“100%.”
My Hero mencatat.
My Hero:
“Baik.”
Invite-chan lega.
My Hero:
“Pertanyaan kedua.”
Invite-chan:
“Apa?”
My Hero:
“Kamu suka gorengan?”
Invite-chan:
“...”
Invite-chan:
“Suka.”
My Hero menatap Dedeng-sensei.
My Hero:
“Motif ditemukan.”
Invite-chan:
“BUKAN BERARTI AKU YANG NGAMBIL!”
SCENE 8 — INTEROGASI DEDENG-SENSEI
Sekarang Dedeng-sensei duduk sebagai tersangka.
My Hero berdiri di depannya.
My Hero:
“Sensei.”
Dedeng-sensei:
“Apa?”
My Hero:
“Apakah Sensei mengambil gorengan sendiri?”
Dedeng-sensei:
“Ya jelas tidak.”
My Hero:
“Kenapa?”
Dedeng-sensei menunjuk piring.
Dedeng-sensei:
“Kalau Sensei ambil sendiri, kenapa Sensei nanya?”
My Hero diam.
My Hero:
“Argumen kuat.”
SCENE 9 — FLASHBACK
My Hero membayangkan kejadian.
Dedeng-sensei makan gorengan.
Dedeng-sensei pergi menjawab HP.
Seseorang mendekati meja.
SFX:
Tap... tap... tap...
Tangan misterius mengambil gorengan.
SFX:
WUSSS!
Gorengan menghilang.
Layar berubah hitam.
NARATOR:
Siapakah sosok misterius itu?
SCENE 10 — PENGUNTITAN
My Hero berjalan mengelilingi warung.
Ia melihat ke kiri.
Ke kanan.
Ke bawah meja.
Kemudian...
Ia melihat sesuatu.
My Hero:
“Tunggu.”
Semua mendekat.
My Hero:
“Ada remah gorengan.”
Invite-chan:
“Di mana?”
My Hero menunjuk lantai.
SFX:
DUN DUN DUN!
Dedeng-sensei berdiri.
Dedeng-sensei:
“Berarti pelaku lewat sini!”
SCENE 11 — MENGIKUTI JEJAK
My Hero mengikuti remah-remah.
Satu remah.
Dua remah.
Tiga remah.
Mereka berjalan ke belakang warung.
Dedeng-sensei mulai penasaran.
Dedeng-sensei:
“Wah, beneran ada jejak.”
Invite-chan:
“Pelakunya pasti ketahuan.”
My Hero:
“Sebentar lagi.”
Jejak terus berlanjut.
Sampai akhirnya...
berhenti di depan sebuah kursi.
SCENE 12 — KURSI MISTERIUS
Semua melihat kursi.
Kosong.
Invite-chan:
“Pelakunya mana?”
My Hero:
“Tidak ada.”
Dedeng-sensei:
“Terus kita ngapain?”
My Hero:
“Belum tahu.”
Dedeng-sensei:
“...”
SCENE 13 — PAK HAJI MUNCUL
Pak Haji datang membawa sesuatu.
Pak Haji:
“Sensei, ini.”
Dedeng-sensei menoleh.
Pak Haji membawa...
SATU PIRING GORENGAN.
Dedeng-sensei:
“Lho?”
Pak Haji:
“Bukannya tadi Sensei bilang mau dua piring?”
Dedeng-sensei:
“...”
Invite-chan:
“...”
My Hero:
“...”
Dedeng-sensei menggaruk kepala.
Dedeng-sensei:
“Pak...”
Pak Haji:
“Iya?”
Dedeng-sensei:
“Gorengan saya yang tadi...”
Pak Haji berpikir.
Pak Haji:
“Oh!”
SCENE 14 — KEBENARAN
Pak Haji menunjuk meja.
Pak Haji:
“Yang tadi saya pindahkan ke meja sebelah.”
Semua:
“...”
Dedeng-sensei:
“Kenapa?”
Pak Haji:
“Biar meja Sensei gak terlalu penuh.”
Hening.
My Hero melihat catatannya.
Kemudian perlahan menutup buku.
My Hero:
“Kasus selesai.”
Dedeng-sensei:
“JADI DARI TADI...”
Pak Haji:
“Iya.”
Dedeng-sensei:
“GORENGANNYA CUMA PINDAH MEJA?!”
Pak Haji mengangguk.
SCENE 15 — REAKSI DUO VITIK
Invite-chan menutup mulut menahan tawa.
Invite-chan:
“Sensei...”
Dedeng-sensei:
“Jangan.”
Invite-chan:
“Dua hari berturut-turut...”
Dedeng-sensei:
“Jangan dilanjutkan.”
My Hero:
“Pertama teh hilang.”
Dedeng-sensei:
“Jangan.”
My Hero:
“Sekarang gorengan hilang.”
Dedeng-sensei:
“MY HERO.”
My Hero tersenyum.
My Hero:
“Padahal semuanya tidak hilang.”
SCENE 16 — PUNCHLINE
Dedeng-sensei akhirnya mendapatkan gorengannya.
Ia duduk.
Menyeruput teh.
Mengambil gorengan.
Dedeng-sensei:
“Nah.”
Dedeng-sensei:
“Sekarang Sensei mau makan dengan tenang.”
Semua diam.
Dedeng-sensei baru mau menggigit.
Tiba-tiba...
SFX:
BRUK!
Seekor kucing lewat dan hampir menyenggol meja.
Dedeng-sensei langsung memeluk piring.
Dedeng-sensei:
“JANGAN SENTUH!”
Invite-chan tertawa.
My Hero mencatat sesuatu.
My Hero:
“Trauma pascakejadian.”
Dedeng-sensei:
“...”
Pak Haji tertawa.
POST-CREDIT SCENE
Malam hari.
Dedeng-sensei pulang.
Ia membuka pintu rumah.
Meletakkan tas.
Kemudian melihat meja.
Ada...
SATU GORENGAN YANG TERTINGGAL DI TASNYA.
Dedeng-sensei terdiam.
Dedeng-sensei:
“...”
Flashback:
Pak Haji memberikan dua piring.
Dedeng-sensei membawa salah satunya.
Lupa.
Kemudian mencari gorengan yang sebenarnya ada di tangannya sendiri.
Dedeng-sensei menutup wajah.
Dedeng-sensei:
“Ya ampun...”
Tiba-tiba HP berbunyi.
TING!
Pesan dari Invite-chan:
“Sensei, gorengannya ketemu gak?”
Dedeng-sensei melihat gorengan di tangannya.
Dedeng-sensei:
“...”
Ia mengetik.
Dedeng-sensei:
“Ketemu.”
NARATOR:
Dan demikianlah...
kasus gorengan akhirnya terselesaikan.
Tidak ada pencuri.
Tidak ada konspirasi.
Tidak ada kriminal.
Hanya...
Dedeng-sensei yang lupa.
END OF EPISODE 04
NEXT EPISODE:
“Lorong 2A: Tempat Semua Orang Selalu Salah Belok”
NARATOR:
Katanya Lorong 2A hanya memiliki dua arah.
Namun bagi Dedeng-sensei dan Duo Vitik...
lorong itu memiliki...
SERIBU KEMUNGKINAN.
BERSAMBUNG...



0 komentar:
Post a Comment