DEDENG-SENSEI AU
Episode 01 — “Yang Dicari ke Sana, Yang Dicari ke Sini”
SCENE 1 — KANTOR, SORE HARI
NARATOR:
Sore itu, sekolah mulai sepi.
Para siswa sudah mulai pulang.
Para guru mulai membereskan pekerjaan.
Dan Dedeng-sensei...
Dedeng-sensei keluar dari kantor sambil membawa barang-barangnya.
Dedeng-sensei melihat ke arah jalan utama.
Lalu melihat taman bermain.
NARATOR:
Ia tidak tahu...
bahwa beberapa menit kemudian...
akan ada dua orang yang datang ke tempat yang baru saja ia tinggalkan.
SCENE 2 — TAMAN BERMAIN
Dedeng-sensei berjalan melewati taman bermain.
Ayunan bergerak pelan tertiup angin.
SFX:
Ngiiik... ngiiik...
Dedeng-sensei berhenti sebentar.
Ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju Lorong 2A.
SCENE 3 — BEBERAPA MENIT KEMUDIAN
Dari arah berlawanan...
Invite-chan dan My Hero muncul.
Invite-chan berjalan cepat.
Mereka pun melewati taman bermain yang tadi dilewati Dedeng-sensei.
NARATOR:
Dan di sinilah...
takdir mulai memainkan perannya.
Tulisan kecil:
Dedeng-sensei baru saja lewat.
Invite-chan dan My Hero baru saja datang.
NARATOR:
Jarak waktu:
beberapa menit.
SCENE 4 — DEPAN KANTOR
Invite-chan membuka pintu kantor.
...
Sunyi.
SFX:
Kriik... kriik...
My Hero ikut melihat ke dalam.
Invite-chan menatap My Hero.
SCENE 5 — LORONG 2A → WARUNG PAK HAJI
Sementara itu...
Dedeng-sensei sudah jauh meninggalkan sekolah dan tiba di Warung Pak Haji.
Ia duduk santai.
Dedeng-sensei bersandar.
SCENE 6 — DEPAN WARUNG PAK HAJI
Invite-chan dan My Hero berjalan cepat.
Invite-chan sedang berbicara dengan ayahnya untuk meminta izin.
Mereka berjalan melewati warung.
Dan...
Dedeng-sensei melihat mereka.
Matanya membesar.
Ia memperhatikan mereka yang berjalan cepat.
Invite-chan dan My Hero terus berjalan.
Dedeng-sensei berpikir.
SCENE 7 — MONOLOG DRAMATIS
Close-up wajah Dedeng-sensei.
Latar belakang berubah menjadi efek dramatis ala sinetron.
Panel berikutnya:
Hening.
Kacamata Dedeng-sensei memantulkan cahaya.
NARATOR:
Sebuah pertarungan sengit terjadi di dalam diri Dedeng-sensei.
Feeling: 80%
Takut kepedean: 20%
SCENE 8 — AYAH INVITE DATANG
Ayah Invite-chan berada tidak jauh dari warung.
Dedeng-sensei berdiri.
Ia kemudian menghampiri ayah Invite-chan.
Dedeng-sensei bersalaman dan salim.
Setelah itu ia menuju parkiran.
NARATOR:
Dedeng-sensei tidak tahu...
bahwa Duo Vitik sedang menuju rumahnya.
Dan Duo Vitik...
juga tidak tahu...
bahwa orang yang mereka cari...
baru saja berada di belakang mereka.
SCENE 9 — PARKIRAN MOTOR
Dedeng-sensei mengambil motor.
Ia memakai helm.
Sambil memasang tali helm, ia masih berpikir.
Diam.
Diam lagi.
Dedeng-sensei menyalakan motor.
SFX:
BRUMMM!
SCENE 10 — DEPAN RUMAH DEDENG-SENSEI
Sementara itu...
Invite-chan dan My Hero sudah tiba.
Mereka berdiri di depan rumah.
Invite-chan melihat ke kanan.
Lalu ke kiri.
My Hero memperhatikan keadaan sekitar.
Invite-chan melihat ke rumah.
My Hero tiba-tiba jongkok.
My Hero memperhatikan sesuatu.
Invite-chan:
“...”
SCENE 11 — JALAN MENUJU RUMAH
Dedeng-sensei sedang mengendarai motor.
Ia mulai mendekati rumah.
Tiba-tiba dari kejauhan terlihat dua sosok.
Dedeng-sensei menyipitkan mata.
Motor semakin dekat.
SFX:
BRUM... brum...
Dedeng-sensei melihat lebih jelas.
Ia terdiam.
SCENE 12 — THE REVEAL
Dedeng-sensei berhenti di depan rumah.
Invite-chan dan My Hero menoleh.
Mata mereka membesar.
Dedeng-sensei turun dari motor.
Dedeng-sensei menunjuk dirinya sendiri.
My Hero mengangguk serius.
SCENE 13 — REKONSTRUKSI KEJADIAN
Mereka bertiga berdiri.
Dedeng-sensei mulai menyadari sesuatu.
Dedeng-sensei menghela napas.
Dedeng-sensei terdiam.
Mereka semua terdiam.
SCENE 14 — FLASHBACK CEPAT
Panel kecil 1:
Dedeng-sensei berjalan di taman.
Panel kecil 2:
Invite-chan dan My Hero berjalan di taman.
Panel kecil 3:
Dedeng-sensei di Warung Pak Haji.
Panel kecil 4:
Duo Vitik lewat depan warung.
Panel kecil 5:
Dedeng-sensei berdiri di belakang mereka.
Panel kecil 6:
Duo Vitik terus berjalan.
NARATOR:
Mereka sudah beberapa kali berada di jalur yang sama.
Namun...
NARATOR:
...takdir berkata:
“Belum waktunya.”
SCENE 15 — PUNCHLINE
Invite-chan menatap Dedeng-sensei.
Dedeng-sensei terdiam.
Dedeng-sensei menggaruk kepala.
My Hero mengangguk.
Invite-chan tertawa.
Dedeng-sensei memandang ke langit.
SCENE 16 — ENDING ALA SINETRON
Layar berubah menjadi slow motion.
Angin bertiup.
Invite-chan dan My Hero berdiri di samping Dedeng-sensei.
NARATOR:
Setelah melalui perjalanan panjang...
Dari kantor...
Ke taman bermain...
Ke Lorong 2A...
Ke Warung Pak Haji...
Ke parkiran...
Dan akhirnya ke rumah...
Mereka akhirnya bertemu.
NARATOR:
Padahal...
mereka hanya perlu...
SALING MENYAPA.
POST-CREDIT SCENE
Malam hari.
Dedeng-sensei duduk santai.
Ia teringat kejadian tadi.
Diam.
Diam lagi.
Tiba-tiba dari luar terdengar suara.
Dedeng-sensei kaget.
NARATOR:
BERSAMBUNG...
END OF EPISODE 01
Judul episode berikutnya:



0 komentar:
Post a Comment