Logo Akademi

🚀 Akademi Digital Dedeng-sensei

Petualangan Teknologi Duo Pitik
Logo Duo Pitik
Banner Akademi Digital

Saturday, September 12, 2026

Dedeng-sensei Universe - Episode 04 — “Siapa yang Mengambil Gorengan Dedeng-sensei?”

DEDENG-SENSEI AU

Episode 04 — “Siapa yang Mengambil Gorengan Dedeng-sensei?”

Genre: School Comedy • Slice of Life • Absurd • Mystery Receh • Sinetron Indonesia

Pemeran: Dedeng-sensei, Invite-chan, My Hero, Pak Haji


SCENE 1 — LANJUTAN EPISODE SEBELUMNYA

Warung Pak Haji.

Dedeng-sensei baru saja menemukan bahwa teh manisnya sebenarnya tidak hilang.

Ia akhirnya bisa duduk tenang.

Di depannya ada sepiring gorengan.

Dedeng-sensei:
“Nah... sekarang tinggal menikmati gorengan.”

Ia mengambil satu.

KRIUK.

Dedeng-sensei:
“Hmm...”

Invite-chan dan My Hero masih berada di dekat meja.

Invite-chan:
“Enak, Sensei?”

Dedeng-sensei:
“Enak.”

Dedeng-sensei mengambil gorengan kedua.

Kemudian...

SFX:

TING!

HP Dedeng-sensei berbunyi.


SCENE 2 — GANGGUAN LAGI

Dedeng-sensei melihat HP.

Dedeng-sensei:
“Sebentar.”

Ia berdiri.

Dedeng-sensei:
“Sensei jawab dulu.”

Dedeng-sensei pergi beberapa langkah.

Invite-chan melihat gorengan.

My Hero melihat gorengan.

Pak Haji sedang sibuk melayani pembeli lain.

Beberapa detik kemudian...

Dedeng-sensei kembali.

Ia duduk.

Tangannya langsung menuju piring.

...

...

KOSONG.

Dedeng-sensei membeku.

Dedeng-sensei:
“...”

Ia melihat piring.

Lalu melihat sekitar.

Dedeng-sensei:
“Lho?”


SCENE 3 — KASUS KEDUA

Dedeng-sensei berdiri.

Dedeng-sensei:
“Gorengan saya mana?”

Invite-chan menoleh.

Invite-chan:
“Hah?”

My Hero langsung memasang ekspresi serius.

My Hero:
“Kasus baru.”

Dedeng-sensei:

“Jangan.”

My Hero mengambil kertas.

My Hero:
“Kita harus menyelidiki.”

Dedeng-sensei:
“Gak usah.”

My Hero:
“Ini sudah kasus kedua.”

Dedeng-sensei:

“Justru itu!”


SCENE 4 — TEMPAT KEJADIAN PERKARA

My Hero berdiri di depan meja.

My Hero:
“Semua mundur.”

Invite-chan mundur.

Pak Haji ikut mundur.

Dedeng-sensei tetap duduk.

My Hero:
“Sensei juga.”

Dedeng-sensei:
“Ini warung, bukan TKP kriminal.”

My Hero:
“Sekarang sudah menjadi TKP.”

Dedeng-sensei menghela napas.

Dedeng-sensei:
“Ya sudah.”


SCENE 5 — BUKTI PERTAMA

My Hero memeriksa piring.

My Hero:
“Piring kosong.”

Invite-chan:
“Betul.”

My Hero:
“Tidak ada remah-remah mencurigakan.”

Dedeng-sensei:

“Karena gorengannya dimakan.”

My Hero mengangguk.

My Hero:
“Benar juga.”

Ia mencatat.


SCENE 6 — DAFTAR TERSANGKA

My Hero menulis di kertas.

DAFTAR TERSANGKA

Tersangka 1: Dedeng-sensei

Dedeng-sensei:
“Lho, kenapa Sensei?”

My Hero:
“Karena Sensei pemilik gorengan.”

Dedeng-sensei:
“...”

My Hero:
“Motifnya jelas.”

Dedeng-sensei:
“Motif apa?!”


Tersangka 2: Invite-chan

Invite-chan:
“Aku gak ambil!”

My Hero:
“Kamu tadi dekat meja.”

Invite-chan:
“Aku cuma lihat!”


Tersangka 3: Pak Haji

Pak Haji:
“Saya dari tadi jualan.”

My Hero:
“Justru itu.”

Pak Haji:

“...”


SCENE 7 — INTEROGASI INVITE-CHAN

My Hero berdiri di depan Invite-chan.

My Hero:
“Pertanyaan pertama.”

Invite-chan:

“Silakan.”

My Hero:
“Apakah kamu mengambil gorengan Dedeng-sensei?”

Invite-chan:
“Tidak.”

My Hero:
“Yakin?”

Invite-chan:
“Yakin.”

My Hero:
“100%?”

Invite-chan:
“100%.”

My Hero mencatat.

My Hero:
“Baik.”

Invite-chan lega.

My Hero:
“Pertanyaan kedua.”

Invite-chan:

“Apa?”

My Hero:
“Kamu suka gorengan?”

Invite-chan:

“...”

Invite-chan:
“Suka.”

My Hero menatap Dedeng-sensei.

My Hero:
“Motif ditemukan.”

Invite-chan:
“BUKAN BERARTI AKU YANG NGAMBIL!”


SCENE 8 — INTEROGASI DEDENG-SENSEI

Sekarang Dedeng-sensei duduk sebagai tersangka.

My Hero berdiri di depannya.

My Hero:
“Sensei.”

Dedeng-sensei:
“Apa?”

My Hero:
“Apakah Sensei mengambil gorengan sendiri?”

Dedeng-sensei:
“Ya jelas tidak.”

My Hero:
“Kenapa?”

Dedeng-sensei menunjuk piring.

Dedeng-sensei:
“Kalau Sensei ambil sendiri, kenapa Sensei nanya?”

My Hero diam.

My Hero:
“Argumen kuat.”


SCENE 9 — FLASHBACK

My Hero membayangkan kejadian.

Dedeng-sensei makan gorengan.

Dedeng-sensei pergi menjawab HP.

Seseorang mendekati meja.

SFX:

Tap... tap... tap...

Tangan misterius mengambil gorengan.

SFX:

WUSSS!

Gorengan menghilang.

Layar berubah hitam.

NARATOR:

Siapakah sosok misterius itu?


SCENE 10 — PENGUNTITAN

My Hero berjalan mengelilingi warung.

Ia melihat ke kiri.

Ke kanan.

Ke bawah meja.

Kemudian...

Ia melihat sesuatu.

My Hero:
“Tunggu.”

Semua mendekat.

My Hero:
“Ada remah gorengan.”

Invite-chan:
“Di mana?”

My Hero menunjuk lantai.

SFX:

DUN DUN DUN!

Dedeng-sensei berdiri.

Dedeng-sensei:
“Berarti pelaku lewat sini!”


SCENE 11 — MENGIKUTI JEJAK

My Hero mengikuti remah-remah.

Satu remah.

Dua remah.

Tiga remah.

Mereka berjalan ke belakang warung.

Dedeng-sensei mulai penasaran.

Dedeng-sensei:
“Wah, beneran ada jejak.”

Invite-chan:
“Pelakunya pasti ketahuan.”

My Hero:

“Sebentar lagi.”

Jejak terus berlanjut.

Sampai akhirnya...

berhenti di depan sebuah kursi.


SCENE 12 — KURSI MISTERIUS

Semua melihat kursi.

Kosong.

Invite-chan:
“Pelakunya mana?”

My Hero:

“Tidak ada.”

Dedeng-sensei:

“Terus kita ngapain?”

My Hero:

“Belum tahu.”

Dedeng-sensei:

“...”


SCENE 13 — PAK HAJI MUNCUL

Pak Haji datang membawa sesuatu.

Pak Haji:
“Sensei, ini.”

Dedeng-sensei menoleh.

Pak Haji membawa...

SATU PIRING GORENGAN.

Dedeng-sensei:

“Lho?”

Pak Haji:
“Bukannya tadi Sensei bilang mau dua piring?”

Dedeng-sensei:

“...”

Invite-chan:

“...”

My Hero:

“...”

Dedeng-sensei menggaruk kepala.

Dedeng-sensei:
“Pak...”

Pak Haji:
“Iya?”

Dedeng-sensei:
“Gorengan saya yang tadi...”

Pak Haji berpikir.

Pak Haji:
“Oh!”


SCENE 14 — KEBENARAN

Pak Haji menunjuk meja.

Pak Haji:
“Yang tadi saya pindahkan ke meja sebelah.”

Semua:

“...”

Dedeng-sensei:

“Kenapa?”

Pak Haji:
“Biar meja Sensei gak terlalu penuh.”

Hening.

My Hero melihat catatannya.

Kemudian perlahan menutup buku.

My Hero:
“Kasus selesai.”

Dedeng-sensei:

“JADI DARI TADI...”

Pak Haji:
“Iya.”

Dedeng-sensei:
“GORENGANNYA CUMA PINDAH MEJA?!”

Pak Haji mengangguk.


SCENE 15 — REAKSI DUO VITIK

Invite-chan menutup mulut menahan tawa.

Invite-chan:
“Sensei...”

Dedeng-sensei:
“Jangan.”

Invite-chan:
“Dua hari berturut-turut...”

Dedeng-sensei:
“Jangan dilanjutkan.”

My Hero:
“Pertama teh hilang.”

Dedeng-sensei:

“Jangan.”

My Hero:
“Sekarang gorengan hilang.”

Dedeng-sensei:

“MY HERO.”

My Hero tersenyum.

My Hero:
“Padahal semuanya tidak hilang.”


SCENE 16 — PUNCHLINE

Dedeng-sensei akhirnya mendapatkan gorengannya.

Ia duduk.

Menyeruput teh.

Mengambil gorengan.

Dedeng-sensei:
“Nah.”

Dedeng-sensei:
“Sekarang Sensei mau makan dengan tenang.”

Semua diam.

Dedeng-sensei baru mau menggigit.

Tiba-tiba...

SFX:

BRUK!

Seekor kucing lewat dan hampir menyenggol meja.

Dedeng-sensei langsung memeluk piring.

Dedeng-sensei:
“JANGAN SENTUH!”

Invite-chan tertawa.

My Hero mencatat sesuatu.

My Hero:
“Trauma pascakejadian.”

Dedeng-sensei:

“...”

Pak Haji tertawa.


POST-CREDIT SCENE

Malam hari.

Dedeng-sensei pulang.

Ia membuka pintu rumah.

Meletakkan tas.

Kemudian melihat meja.

Ada...

SATU GORENGAN YANG TERTINGGAL DI TASNYA.

Dedeng-sensei terdiam.

Dedeng-sensei:
“...”

Flashback:

Pak Haji memberikan dua piring.

Dedeng-sensei membawa salah satunya.

Lupa.

Kemudian mencari gorengan yang sebenarnya ada di tangannya sendiri.

Dedeng-sensei menutup wajah.

Dedeng-sensei:
“Ya ampun...”

Tiba-tiba HP berbunyi.

TING!

Pesan dari Invite-chan:

“Sensei, gorengannya ketemu gak?”

Dedeng-sensei melihat gorengan di tangannya.

Dedeng-sensei:
“...”

Ia mengetik.

Dedeng-sensei:
“Ketemu.”


NARATOR:

Dan demikianlah...

kasus gorengan akhirnya terselesaikan.

Tidak ada pencuri.

Tidak ada konspirasi.

Tidak ada kriminal.

Hanya...

Dedeng-sensei yang lupa.


END OF EPISODE 04

NEXT EPISODE:

“Lorong 2A: Tempat Semua Orang Selalu Salah Belok”

NARATOR:

Katanya Lorong 2A hanya memiliki dua arah.

Namun bagi Dedeng-sensei dan Duo Vitik...

lorong itu memiliki...

SERIBU KEMUNGKINAN.

BERSAMBUNG...

Dedeng-sensei Universe - Episode 03 — “Dedeng-sensei, Warung Pak Haji, dan Teh Manis yang Hilang”

DEDENG-SENSEI AU

Episode 03 — “Dedeng-sensei, Warung Pak Haji, dan Teh Manis yang Hilang”

Genre: School Comedy • Slice of Life • Absurd • Mystery Receh • Sinetron Indonesia

Pemeran: Dedeng-sensei, Invite-chan, My Hero, Pak Haji


SCENE 1 — WARUNG PAK HAJI

Siang hari.

Dedeng-sensei duduk santai di kursi warung.

Di depannya ada sepiring gorengan.

Dedeng-sensei:
“Pak, teh manis satu ya.”

Pak Haji:
“Siap, Sensei.”

Pak Haji membuat teh.

Tak lama kemudian...

Segelas teh manis diletakkan di meja.

Dedeng-sensei:
“Alhamdulillah.”

Dedeng-sensei mengambil satu gorengan.


SCENE 2 — GANGGUAN KECIL

Tiba-tiba HP Dedeng-sensei berbunyi.

SFX:

TING!

Dedeng-sensei melihat HP.

Dedeng-sensei:
“Oh, sebentar.”

Ia berdiri dan berjalan beberapa langkah untuk menjawab pesan.

Dedeng-sensei:
“Halo?”

Kamera perlahan mengarah ke meja.

Teh manis masih ada.


SCENE 3 — BEBERAPA DETIK KEMUDIAN

Dedeng-sensei kembali.

Ia duduk.

Tangannya otomatis mencari gelas.

...

Kosong.

Dedeng-sensei berhenti.

Dedeng-sensei:
“...”

Ia melihat meja.

Melihat ke bawah.

Melihat ke kiri.

Melihat ke kanan.

Dedeng-sensei:
“Pak Haji?”

Pak Haji datang.

Pak Haji:
“Iya, Sensei?”

Dedeng-sensei:
“Teh saya mana?”

Pak Haji bingung.

Pak Haji:
“Lho?”


SCENE 4 — INVESTIGASI DIMULAI

Dedeng-sensei berdiri.

Dedeng-sensei:
“Tadi saya tinggal sebentar.”

Pak Haji melihat meja.

Pak Haji:
“Memang tadi ada.”

Dedeng-sensei:
“Terus sekarang hilang.”

Keduanya saling memandang.

SFX:

DUN DUN DUN...

NARATOR:

Sebuah kasus besar telah terjadi.

NARATOR:

Sebuah gelas teh manis...

NARATOR:

...menghilang tanpa jejak.


SCENE 5 — DUO VITIK DATANG

Dari kejauhan terdengar suara.

Invite-chan:
“Pak Haji!”

Invite-chan dan My Hero datang.

Invite-chan:
“Sensei!”

Dedeng-sensei menoleh.

Dedeng-sensei:
“Eh, kalian.”

My Hero melihat suasana.

My Hero:
“Ada apa?”

Dedeng-sensei menunjuk meja.

Dedeng-sensei:
“Teh Sensei hilang.”

My Hero langsung serius.

My Hero:
“Kasus?”

Dedeng-sensei:

“...Iya.”

Invite-chan:

“HAH?!”


SCENE 6 — DETEKTIF MY HERO

My Hero mendekati meja.

Ia melihat posisi kursi.

Melihat meja.

Melihat lantai.

Kemudian memasang ekspresi sangat serius.

My Hero:
“Semua jangan bergerak.”

Invite-chan:

“...”

Dedeng-sensei:

“...”

Pak Haji:

“...”

My Hero jongkok.

My Hero:
“Tidak ada pecahan gelas.”

Dedeng-sensei:
“Memang gelasnya gak pecah.”

My Hero:
“Berarti pelaku membawa gelasnya.”

Dedeng-sensei menatap My Hero.

Dedeng-sensei:
“Atau...”

Dedeng-sensei:
“...ada yang minum?”

My Hero:

“Bisa jadi.”


SCENE 7 — DAFTAR TERSANGKA

My Hero mengambil secarik kertas.

My Hero:
“Kita punya beberapa kemungkinan.”

Ia menulis.

TERSANGKA:

1. Pak Haji

Pak Haji:

“Lho kok saya?”

My Hero:
“Karena Bapak pemilik warung.”

Pak Haji:
“Logikanya dari mana?”

My Hero:
“Belum tahu.”


2. Dedeng-sensei

Dedeng-sensei menunjuk dirinya.

Dedeng-sensei:
“Kenapa Sensei tersangka?”

My Hero:
“Karena itu teh Sensei.”

Dedeng-sensei:

“...”

Dedeng-sensei:
“Masuk akal juga.”


3. Invite-chan

Invite-chan kaget.

Invite-chan:
“Kenapa aku?!”

My Hero:
“Karena kamu suka minuman manis.”

Invite-chan:

“ITU FITNAH!”


SCENE 8 — FLASHBACK

My Hero membayangkan kejadian tadi.

FLASHBACK:

Dedeng-sensei berdiri menjawab HP.

Invite-chan lewat.

My Hero lewat.

Pak Haji melayani pelanggan.

Seseorang berjalan melewati meja.

SFX:

WUSSS...

Gelas teh menghilang.

NARATOR:

Siapakah pelakunya?


SCENE 9 — DRAMA SINETRON

Semua karakter berdiri berjajar.

Angin bertiup.

Dedeng-sensei:
“Pak Haji...”

Pak Haji:
“Sensei...”

Invite-chan:
“My Hero...”

My Hero:
“Jangan bergerak.”

Close-up mata My Hero.

My Hero:
“Pelakunya...”

Hening.

My Hero:
“...masih di sekitar kita.”

SFX:

DUN!


SCENE 10 — PENCARIAN

Mereka mulai mencari.

Invite-chan melihat bawah meja.

Invite-chan:
“Gak ada!”

My Hero melihat belakang kursi.

My Hero:
“Tidak ada.”

Pak Haji melihat meja sebelah.

Pak Haji:
“Bukan di sini.”

Dedeng-sensei melihat rak.

Dedeng-sensei:
“Gak ada juga.”

Tiba-tiba My Hero menunjuk.

My Hero:
“Tunggu!”

Semua menoleh.

My Hero:
“Ada jejak!”

Semua mendekat.

Ternyata...

Jejak air di lantai.


SCENE 11 — PELACAKAN

My Hero mengikuti jejak air.

Satu langkah.

Dua langkah.

Tiga langkah.

Semua mengikuti.

NARATOR:

Jejak air membawa mereka menuju...

...

...

sebuah meja.

Invite-chan:
“Loh?”

Pak Haji:

“Ini meja saya.”

My Hero menggaruk kepala.

My Hero:
“Buntu.”

Dedeng-sensei:

“Investigasi macam apa ini?”


SCENE 12 — DEDENG-SENSEI MENYERAH

Dedeng-sensei duduk.

Dedeng-sensei:
“Sudahlah.”

Invite-chan:
“Jangan menyerah, Sensei!”

Dedeng-sensei:
“Sensei cuma mau minum teh.”

My Hero:
“Kita harus menemukan kebenaran.”

Dedeng-sensei:
“Yang penting Sensei dapat teh baru.”

Pak Haji:

“Nah, itu baru solusi.”


SCENE 13 — TEH BARU

Pak Haji membuat teh lagi.

Ia meletakkan gelas di depan Dedeng-sensei.

Pak Haji:
“Nih, Sensei.”

Dedeng-sensei:
“Terima kasih.”

Dedeng-sensei mengangkat gelas.

Baru mau minum...

Tiba-tiba terdengar suara.

SFX:

“EH!”

Semua menoleh.

Seorang anak kecil yang tadi duduk di meja sebelah menunjuk sesuatu.

Anak:
“Pak Haji!”

Pak Haji:
“Iya?”

Anak:
“Gelas yang tadi itu...”

Semua mendekat.


SCENE 14 — KEBENARAN TERUNGKAP

Anak itu menunjuk ke bawah meja.

Di sana ada...

GELAS TEH MANIS.

Semua:

“...”

Dedeng-sensei:

“...”

My Hero:

“...”

Invite-chan:

“...”

Pak Haji:

“...”

My Hero perlahan berdiri.

My Hero:
“Kasus terpecahkan.”

Dedeng-sensei:

“Siapa pelakunya?”

My Hero:

“Tidak ada.”

Dedeng-sensei:

“HAH?”


SCENE 15 — PENJELASAN

Ternyata ketika Dedeng-sensei berdiri menjawab HP...

kursinya bergeser.

Meja ikut terdorong sedikit.

Gelas teh terdorong ke bagian belakang meja.

Dan jatuh ke bawah meja tanpa ada yang sadar.

Dedeng-sensei:
“Jadi...”

Dedeng-sensei:
“Tehnya cuma jatuh?”

Pak Haji mengangguk.

Pak Haji:
“Iya.”

My Hero melihat catatannya.

My Hero:
“Berarti seluruh investigasi kita...”

Invite-chan:

“...sia-sia?”

My Hero:

“Benar.”


SCENE 16 — PUNCHLINE

Dedeng-sensei mengambil teh barunya.

Dedeng-sensei:
“Kesimpulan hari ini.”

Semua mendengarkan.

Dedeng-sensei:
“Jangan bikin kasus kalau cuma gara-gara gelas kesenggol.”

My Hero mencatat.

My Hero:
“Baik.”

Invite-chan:

“Terus catatan tersangkanya?”

My Hero melihat kertas.

Ada tulisan:

PAK HAJI
DEDENG-SENSEI
INVITE-CHAN

My Hero mencoret semuanya.

SFX:

CORET CORET CORET


POST-CREDIT SCENE

Dedeng-sensei akhirnya menikmati teh manisnya.

Ia menyeruput.

Dedeng-sensei:
“Ahhh...”

Hening.

Tiba-tiba Invite-chan berkata:

Invite-chan:
“Sensei.”

Dedeng-sensei:
“Hm?”

Invite-chan:
“Gorengan Sensei mana?”

Dedeng-sensei melihat piring.

Kosong.

...

My Hero langsung berdiri.

My Hero:
“SEMUA JANGAN BERGERAK.”

Dedeng-sensei:

“JANGAN MULAI LAGI!”

NARATOR:

Dan begitulah...

kasus baru dimulai.

TITLE CARD:

TO BE CONTINUED...

NEXT EPISODE:

“Siapa yang Mengambil Gorengan Dedeng-sensei?”

NARATOR:

Kali ini...

tersangka lebih banyak.

Bukti lebih sedikit.

Dan Dedeng-sensei...

mulai menyesal pernah mengajak Duo Vitik ke Warung Pak Haji.

Dedeng-sensei Universe - Episode 02 — “Duo Vitik dan Misi yang Katanya Cuma Lima Menit”

DEDENG-SENSEI AU

Episode 02 — “Duo Vitik dan Misi yang Katanya Cuma Lima Menit”

Genre: School Comedy • Slice of Life • Absurd • Sinetron Indonesia
Pemeran: Dedeng-sensei, Invite-chan, My Hero, Pak Haji


SCENE 1 — PAGI DI SEKOLAH

Sekolah mulai ramai.

Dedeng-sensei berdiri di depan kelas sambil memegang beberapa lembar kertas.

Dedeng-sensei:
“Oke, hari ini semuanya santai.”

Invite-chan langsung mengangkat tangan.

Invite-chan:
“Sensei!”

Dedeng-sensei:
“Iya?”

Invite-chan:
“Kalau misalnya kita punya urusan sebentar, boleh?”

Dedeng-sensei:
“Boleh. Asal sebentar.”

My Hero ikut mengangguk.

My Hero:
“Lima menit.”

Dedeng-sensei menunjuk mereka.

Dedeng-sensei:
“Nah. Lima menit.”

NARATOR:

Kalimat itu...

akan menjadi sumber masalah.


SCENE 2 — MISI DIMULAI

Invite-chan dan My Hero berjalan keluar kelas.

Invite-chan:
“Kita cuma perlu ambil sesuatu.”

My Hero:
“Lima menit selesai.”

Mereka berjalan santai.

NARATOR:

Lima menit kemudian...


SCENE 3 — LIMA MENIT KEMUDIAN

Dedeng-sensei melihat jam.

Dedeng-sensei:
“Hmm.”

Jam menunjukkan bahwa sudah lewat lebih dari lima menit.

Dedeng-sensei:
“Katanya lima menit.”

Dedeng-sensei kembali mengajar.


SCENE 4 — DI TEMPAT LAIN

Invite-chan dan My Hero sedang berdiri di dekat taman bermain.

Invite-chan melihat sesuatu.

Invite-chan:
“Eh, bentar.”

My Hero:
“Apa?”

Invite-chan:
“Kayaknya bukan yang itu.”

Mereka pindah tempat.

My Hero:
“Jadi yang dicari apa?”

Invite-chan berpikir.

Invite-chan:
“...Lupa.”

My Hero membeku.

My Hero:
“Lupa?”

Invite-chan:
“Sebentar...”


SCENE 5 — KEMBALI KE KELAS

Dedeng-sensei melihat pintu.

Kosong.

Dedeng-sensei:
“Duo Vitik belum balik?”

Seorang murid menjawab.

Murid:
“Tadi keluar, Sensei.”

Dedeng-sensei mengangguk.

Dedeng-sensei:
“Ya sudah.”

Ia kembali menulis di papan.


SCENE 6 — MISI BERKEMBANG

Invite-chan tiba-tiba ingat.

Invite-chan:
“Oh! Ingat!”

My Hero:
“Apa?”

Invite-chan:
“Kita tadi mau ambil buku.”

My Hero:
“Bukunya di mana?”

Invite-chan diam.

Invite-chan:
“...Di kelas.”

Hening.

My Hero:
“Jadi dari tadi kita ke mana?”

Invite-chan:

“...”

My Hero:
“Tidak perlu dijawab.”


SCENE 7 — PERJALANAN PULANG KE KELAS

Mereka kembali berjalan.

Namun di tengah jalan...

Invite-chan:
“My Hero.”

My Hero:
“Hm?”

Invite-chan:
“Kita sekalian lewat Warung Pak Haji yuk.”

My Hero:
“Kenapa?”

Invite-chan:
“Mau beli sesuatu.”

My Hero:
“Katanya cuma lima menit.”

Invite-chan tersenyum.

Invite-chan:
“Lima menit versi kita.”


SCENE 8 — WARUNG PAK HAJI

Pak Haji sedang melayani pembeli.

Invite-chan dan My Hero datang.

Invite-chan:
“Pak Haji!”

Pak Haji:
“Eh, Duo Vitik.”

My Hero:
“Pak, mau beli sesuatu.”

Pak Haji tersenyum.

Pak Haji:
“Apa?”

Invite-chan berpikir.

Invite-chan:
“...”

Pak Haji:
“Lupa?”

Invite-chan:

“...Iya.”

Pak Haji mengangguk bijaksana.

Pak Haji:
“Penyakit anak sekolah.”


SCENE 9 — DEDENG-SENSEI DATANG

Di kejauhan...

Dedeng-sensei berjalan menuju warung.

Ia melihat Duo Vitik.

Dedeng-sensei:
“Lho?”

Dedeng-sensei:
“Mereka lagi?”

Dedeng-sensei berhenti.

Dedeng-sensei:
“Jangan-jangan ada urusan.”

Ia mendekat.

Dedeng-sensei:
“Kalian ngapain?”

Invite-chan dan My Hero menoleh.

Invite-chan:
“Sensei!”

My Hero:
“Pas banget!”

Dedeng-sensei tersenyum.

Dedeng-sensei:
“Katanya lima menit.”

My Hero melihat jam.

Hening.

My Hero:
“...Secara teknis, masih pagi.”

Dedeng-sensei:

“ITU BUKAN JAWABANNYA.”


SCENE 10 — MISI SELESAI?

Invite-chan akhirnya ingat apa yang harus dibeli.

Invite-chan:
“Oh iya! Ini!”

Ia menunjuk barang yang ada di warung.

Invite-chan:
“Itu yang dicari.”

Dedeng-sensei melihat.

Dedeng-sensei:
“Dari tadi kalian muter-muter cuma buat itu?”

Invite-chan:
“Iya.”

Dedeng-sensei menghela napas.

Dedeng-sensei:
“Lima menit katanya.”

My Hero:
“Mission accomplished.”

Dedeng-sensei:
“Mission accomplished dari mana?”


SCENE 11 — PERJALANAN KEMBALI

Mereka bertiga berjalan kembali ke sekolah.

Dedeng-sensei berjalan di depan.

Invite-chan dan My Hero di belakang.

Invite-chan:
“Sensei.”

Dedeng-sensei:
“Hm?”

Invite-chan:
“Kalau nanti kita ada misi lagi...”

Dedeng-sensei langsung berhenti.

Dedeng-sensei:

Dedeng-sensei Universe - Episode 01 — “Yang Dicari ke Sana, Yang Dicari ke Sini”

DEDENG-SENSEI AU

Episode 01 — “Yang Dicari ke Sana, Yang Dicari ke Sini”

Genre: School Comedy • Slice of Life • Absurd • Sinetron Indonesia
Pemeran: Dedeng-sensei, Invite-chan, My Hero, Ayah Invite-chan, Pak Haji


SCENE 1 — KANTOR, SORE HARI

NARATOR:

Sore itu, sekolah mulai sepi.

Para siswa sudah mulai pulang.

Para guru mulai membereskan pekerjaan.

Dan Dedeng-sensei...

Dedeng-sensei keluar dari kantor sambil membawa barang-barangnya.

Dedeng-sensei:
“Alhamdulillah... selesai juga.”

Dedeng-sensei melihat ke arah jalan utama.

Lalu melihat taman bermain.

Dedeng-sensei:
“Lewat taman bermain aja deh.”

NARATOR:

Ia tidak tahu...

bahwa beberapa menit kemudian...

akan ada dua orang yang datang ke tempat yang baru saja ia tinggalkan.


SCENE 2 — TAMAN BERMAIN

Dedeng-sensei berjalan melewati taman bermain.

Ayunan bergerak pelan tertiup angin.

SFX:

Ngiiik... ngiiik...

Dedeng-sensei berhenti sebentar.

Dedeng-sensei:
“Sepi banget.”

Ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju Lorong 2A.


SCENE 3 — BEBERAPA MENIT KEMUDIAN

Dari arah berlawanan...

Invite-chan dan My Hero muncul.

Invite-chan berjalan cepat.

Invite-chan:
“My Hero, ayo cepetan!”

My Hero:
“Kenapa buru-buru?”

Invite-chan:
“Aku mau ketemu Dedeng-sensei!”

My Hero:
“Oh! Berarti kita ke kantor!”

Invite-chan:
“Iya!”

Mereka pun melewati taman bermain yang tadi dilewati Dedeng-sensei.

NARATOR:

Dan di sinilah...

takdir mulai memainkan perannya.

Tulisan kecil:

Dedeng-sensei baru saja lewat.

Invite-chan dan My Hero baru saja datang.

NARATOR:

Jarak waktu:

beberapa menit.


SCENE 4 — DEPAN KANTOR

Invite-chan membuka pintu kantor.

Invite-chan:
“Dedeng-sensei!”

...

Sunyi.

SFX:

Kriik... kriik...

My Hero ikut melihat ke dalam.

My Hero:
“Tidak ada.”

Invite-chan:
“Lho?”

My Hero:
“Target telah meninggalkan lokasi.”

Invite-chan menatap My Hero.

Invite-chan:
“Jangan ngomong kayak detektif.”

My Hero:
“Maaf.”


SCENE 5 — LORONG 2A → WARUNG PAK HAJI

Sementara itu...

Dedeng-sensei sudah jauh meninggalkan sekolah dan tiba di Warung Pak Haji.

Ia duduk santai.

Dedeng-sensei:
“Pak, teh manis satu.”

Pak Haji:
“Siap, Sensei.”

Dedeng-sensei bersandar.

Dedeng-sensei:
“Enak juga pulang lewat sini.”


SCENE 6 — DEPAN WARUNG PAK HAJI

Invite-chan dan My Hero berjalan cepat.

Invite-chan sedang berbicara dengan ayahnya untuk meminta izin.

Invite-chan:
“Ayah, Invite mau ke rumah Dedeng-sensei ya.”

Ayah Invite:
“Oh, boleh. Hati-hati.”

Invite-chan:
“Iya, Yah!”

My Hero:
“Kita langsung ke rumah sensei!”

Mereka berjalan melewati warung.

Dan...

Dedeng-sensei melihat mereka.

Matanya membesar.

Dedeng-sensei:
“Eh?”

Dedeng-sensei:
“Itu Invite-chan sama My Hero, kan?”

Ia memperhatikan mereka yang berjalan cepat.

Dedeng-sensei:
“Mereka mau ke mana?”

Invite-chan dan My Hero terus berjalan.

Dedeng-sensei berpikir.

Dedeng-sensei:
“Jangan-jangan...”


SCENE 7 — MONOLOG DRAMATIS

Close-up wajah Dedeng-sensei.

Latar belakang berubah menjadi efek dramatis ala sinetron.

Dedeng-sensei:
“Feeling-ku mengatakan...”

Panel berikutnya:

Dedeng-sensei:
“...mereka mau ke rumahku.”

Hening.

Dedeng-sensei:
“Tapi...”

Kacamata Dedeng-sensei memantulkan cahaya.

Dedeng-sensei:
“Jangan GR dulu.”

Dedeng-sensei:
“Bisa aja mereka sebenarnya mau ke tempat lain.”

NARATOR:

Sebuah pertarungan sengit terjadi di dalam diri Dedeng-sensei.

Feeling: 80%

Takut kepedean: 20%

Dedeng-sensei:
“Kalau ternyata bukan... malu sendiri.”


SCENE 8 — AYAH INVITE DATANG

Ayah Invite-chan berada tidak jauh dari warung.

Dedeng-sensei berdiri.

Dedeng-sensei:
“Pak, saya pulang dulu.”

Ia kemudian menghampiri ayah Invite-chan.

Dedeng-sensei:
“Pak, izin.”

Ayah Invite:
“Iya, Sensei.”

Dedeng-sensei bersalaman dan salim.

Setelah itu ia menuju parkiran.

NARATOR:

Dedeng-sensei tidak tahu...

bahwa Duo Vitik sedang menuju rumahnya.

Dan Duo Vitik...

juga tidak tahu...

bahwa orang yang mereka cari...

baru saja berada di belakang mereka.


SCENE 9 — PARKIRAN MOTOR

Dedeng-sensei mengambil motor.

Ia memakai helm.

Sambil memasang tali helm, ia masih berpikir.

Dedeng-sensei:
“Kayaknya bener deh...”

Diam.

Dedeng-sensei:
“Tapi jangan GR.”

Diam lagi.

Dedeng-sensei:
“Kalau benar, berarti mereka mau ke rumah.”

Dedeng-sensei:
“Kalau salah... ya sudah.”

Dedeng-sensei menyalakan motor.

SFX:

BRUMMM!


SCENE 10 — DEPAN RUMAH DEDENG-SENSEI

Sementara itu...

Invite-chan dan My Hero sudah tiba.

Mereka berdiri di depan rumah.

Invite-chan melihat ke kanan.

Lalu ke kiri.

Invite-chan:
“Sensei mana?”

My Hero memperhatikan keadaan sekitar.

My Hero:
“Belum terlihat.”

Invite-chan melihat ke rumah.

Invite-chan:
“Padahal katanya pulang...”

My Hero tiba-tiba jongkok.

Invite-chan:
“Kamu ngapain?”

My Hero memperhatikan sesuatu.

My Hero:
“Jejak sandal.”

Invite-chan:

“...”

My Hero:
“Tidak ada.”

Invite-chan:
“Ya karena sensei belum pulang!”

My Hero:
“Oh.”


SCENE 11 — JALAN MENUJU RUMAH

Dedeng-sensei sedang mengendarai motor.

Ia mulai mendekati rumah.

Dedeng-sensei:
“Hmm...”

Tiba-tiba dari kejauhan terlihat dua sosok.

Dedeng-sensei menyipitkan mata.

Dedeng-sensei:
“Lho?”

Motor semakin dekat.

SFX:

BRUM... brum...

Dedeng-sensei melihat lebih jelas.

Dedeng-sensei:
“...Duo Vitik?”

Ia terdiam.

Dedeng-sensei:
“Berarti feeling-ku tadi...”

Dedeng-sensei:
“...BENAR.”


SCENE 12 — THE REVEAL

Dedeng-sensei berhenti di depan rumah.

Invite-chan dan My Hero menoleh.

Mata mereka membesar.

Invite-chan:
“DEDENG-SENSEI?!”

My Hero:
“SENSEI!”

Dedeng-sensei turun dari motor.

Dedeng-sensei:
“Lah... kalian?”

Invite-chan:
“Kami nyari Sensei!”

Dedeng-sensei menunjuk dirinya sendiri.

Dedeng-sensei:
“Terus... sekarang ketemu.”

My Hero mengangguk serius.

My Hero:
“Operasi berhasil.”


SCENE 13 — REKONSTRUKSI KEJADIAN

Mereka bertiga berdiri.

Dedeng-sensei mulai menyadari sesuatu.

Dedeng-sensei:
“Tunggu.”

Dedeng-sensei:
“Kalian tadi ke kantor?”

Invite-chan:
“Iya.”

Dedeng-sensei:
“Terus?”

Invite-chan:
“Gak ada Sensei.”

Dedeng-sensei menghela napas.

Dedeng-sensei:
“Karena Sensei sudah keluar.”

My Hero:
“Oh...”

Dedeng-sensei:
“Terus kalian lewat mana?”

Invite-chan:
“Lewat taman bermain.”

Dedeng-sensei terdiam.

Dedeng-sensei:
“...”

My Hero:
“Kenapa, Sensei?”

Dedeng-sensei:
“Sensei juga lewat taman bermain.”

Mereka semua terdiam.


SCENE 14 — FLASHBACK CEPAT

Panel kecil 1:

Dedeng-sensei berjalan di taman.

Panel kecil 2:

Invite-chan dan My Hero berjalan di taman.

Panel kecil 3:

Dedeng-sensei di Warung Pak Haji.

Panel kecil 4:

Duo Vitik lewat depan warung.

Panel kecil 5:

Dedeng-sensei berdiri di belakang mereka.

Panel kecil 6:

Duo Vitik terus berjalan.

NARATOR:

Mereka sudah beberapa kali berada di jalur yang sama.

Namun...

NARATOR:

...takdir berkata:

“Belum waktunya.”


SCENE 15 — PUNCHLINE

Invite-chan menatap Dedeng-sensei.

Invite-chan:
“Berarti tadi Sensei lihat kami?”

Dedeng-sensei terdiam.

Dedeng-sensei:
“Iya.”

Invite-chan:
“Kenapa gak manggil?!”

Dedeng-sensei menggaruk kepala.

Dedeng-sensei:
“Takut salah.”

My Hero mengangguk.

My Hero:
“Sensei takut kepedean.”

Dedeng-sensei:
“NAH.”

Dedeng-sensei:
“Betul.”

Invite-chan tertawa.

Invite-chan:
“Padahal memang kami mau ke rumah Sensei!”

Dedeng-sensei memandang ke langit.

Dedeng-sensei:
“Berarti feeling Sensei benar.”


SCENE 16 — ENDING ALA SINETRON

Layar berubah menjadi slow motion.

Angin bertiup.

Invite-chan dan My Hero berdiri di samping Dedeng-sensei.

NARATOR:

Setelah melalui perjalanan panjang...

Dari kantor...

Ke taman bermain...

Ke Lorong 2A...

Ke Warung Pak Haji...

Ke parkiran...

Dan akhirnya ke rumah...

Mereka akhirnya bertemu.

NARATOR:

Padahal...

mereka hanya perlu...

SALING MENYAPA.


POST-CREDIT SCENE

Malam hari.

Dedeng-sensei duduk santai.

Ia teringat kejadian tadi.

Dedeng-sensei:
“Untung tadi gak manggil.”

Diam.

Dedeng-sensei:
“Kalau ternyata bukan mereka...”

Diam lagi.

Dedeng-sensei:
“...malu.”

Tiba-tiba dari luar terdengar suara.

Invite-chan:
“SENSEIIII!”

Dedeng-sensei kaget.

Dedeng-sensei:
“LAGI?!”

NARATOR:

BERSAMBUNG...

END OF EPISODE 01

Judul episode berikutnya:

“Duo Vitik dan Misi yang Katanya Cuma Lima Menit”