๐ Episode 63
Tim Rival dari Sekolah Lain
Pagi itu Akademi Digital terasa sangat ramai.
Di ruang laboratorium teknologi, layar besar menampilkan informasi terbaru tentang Kompetisi Teknologi Nasional.
Daftar peserta dari seluruh negeri akhirnya diumumkan secara resmi.
Ratusan tim telah mendaftar.
Namun hanya beberapa tim yang langsung menarik perhatian semua orang.
Di depan layar, Invite-chan membaca daftar itu dengan penuh rasa penasaran.
“Wah… banyak sekali sekolah teknologi hebat.”
Di sampingnya, My Hero memperhatikan profil tiap tim dengan serius.
Ia tidak hanya melihat nama sekolah.
Ia juga membaca statistik kemampuan teknologi mereka.
Karena dalam kompetisi seperti ini, informasi adalah senjata penting.
Sementara itu di belakang mereka, Dedeng-sensei berdiri dengan tenang.
Ia memperhatikan dua muridnya dengan senyum tipis.
Ia tahu perjalanan mereka baru saja dimulai.
Namun dalam hati, ia juga tahu satu hal.
Kompetisi ini akan jauh lebih sulit dari yang mereka bayangkan.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Nama yang Menarik Perhatian
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Invite-chan terus menggulir layar daftar peserta.
Beberapa sekolah tampak biasa saja.
Namun tiba-tiba ia berhenti.
“Eh… My Hero, lihat ini.”
My Hero mendekat.
Di layar muncul sebuah nama sekolah besar.
Techno Prime Institute
Invite-chan membaca deskripsinya.
“Sekolah teknologi elit… spesialis AI dan robotika.”
My Hero membuka profil tim mereka.
Data statistik langsung muncul di layar.
Prestasi mereka sangat mengesankan.
Juara nasional robotika.
Finalis kompetisi AI internasional.
Dan pemenang beberapa turnamen hacking etis.
Invite-chan bersiul pelan.
“Tim ini kelihatannya serius.”
My Hero mengangguk.
“Bukan hanya serius.”
Ia menunjuk nama anggota tim mereka.
“Lihat ini.”
Invite-chan membaca nama tersebut.
Arclight Team
Tim elit dari Techno Prime Institute.
Invite-chan berkata pelan.
“Sepertinya mereka akan jadi rival berat.”
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Video Perkenalan Tim
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Beberapa jam kemudian, panitia kompetisi merilis video perkenalan tim peserta.
Video itu menampilkan profil beberapa tim unggulan.
Invite-chan langsung memutar videonya di layar lab.
Video pertama menampilkan beberapa tim dari berbagai sekolah.
Namun kemudian muncul logo Techno Prime Institute.
Invite-chan dan My Hero langsung fokus menonton.
Di video terlihat tiga siswa berdiri di laboratorium teknologi canggih.
Di belakang mereka terdapat robot besar yang terlihat sangat kompleks.
Salah satu siswa maju ke depan.
Ia berkata dengan percaya diri.
“Kami adalah Arclight Team.”
“Dan kami datang untuk memenangkan kompetisi ini.”
Invite-chan menatap layar dengan kagum.
Robot di belakang mereka bergerak sedikit.
My Hero berkata pelan.
“Robot mereka sangat canggih.”
Invite-chan mengangguk.
“Kalau di babak robot engineering… mereka pasti berbahaya.”
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Dedeng-sensei Memberi Peringatan
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Setelah video selesai, ruangan menjadi agak sunyi.
Invite-chan menoleh ke arah Dedeng-sensei.
“Sensei… mereka kuat sekali ya?”
Dedeng-sensei mengangguk.
“Ya.”
Ia berjalan mendekati layar.
“Techno Prime Institute adalah sekolah teknologi terbaik di negeri ini.”
Invite-chan langsung berkata:
“Berarti mereka favorit juara.”
Dedeng-sensei tersenyum tipis.
“Mungkin.”
My Hero bertanya dengan serius.
“Menurut Sensei, apakah kita punya peluang?”
Dedeng-sensei menatap mereka berdua.
“Teknologi bukan hanya soal alat paling canggih.”
Ia menunjuk kepala mereka.
“Tapi juga soal ide.”
Invite-chan tersenyum.
My Hero juga terlihat lebih percaya diri.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Latihan Serius Dimulai
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Sejak hari itu latihan mereka menjadi jauh lebih intens.
Invite-chan terus mengembangkan PITIK-AI.
Ia menambahkan fitur baru yang memungkinkan AI menganalisis masalah coding lebih cepat.
My Hero juga memperkuat sistem keamanan jaringan.
Ia membuat simulator serangan hacker untuk melatih kemampuan bertahan.
Kadang mereka berlatih sampai malam.
Dedeng-sensei selalu mengawasi mereka.
Kadang ia memberi tantangan coding yang sangat sulit.
Kadang ia hanya mengamati tanpa berkata apa-apa.
Namun setiap hari kemampuan Duo Pitik semakin meningkat.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Pertemuan Tak Terduga
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Beberapa hari kemudian…
panitia kompetisi mengadakan pertemuan online antar tim peserta.
Tujuannya agar semua tim saling mengenal sebelum kompetisi dimulai.
Invite-chan dan My Hero duduk di depan layar konferensi video.
Di layar muncul puluhan tim dari berbagai sekolah.
Beberapa terlihat santai.
Beberapa terlihat sangat serius.
Namun kemudian muncul satu tim yang langsung menarik perhatian.
Logo Techno Prime Institute muncul di layar.
Invite-chan berbisik.
“Itu mereka.”
Tiga anggota Arclight Team muncul di layar.
Pemimpin tim mereka tampak sangat percaya diri.
Ia melihat daftar peserta di layar.
Kemudian ia berkata sesuatu yang membuat semua tim terdiam.
“Kami sudah melihat daftar tim.”
“Dan sejujurnya… kami tidak melihat lawan yang terlalu sulit.”
Beberapa tim terlihat kesal.
Invite-chan menatap layar dengan alis terangkat.
My Hero hanya tersenyum kecil.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Tatapan Rival
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Saat sesi perkenalan berlangsung, setiap tim harus memperkenalkan diri.
Ketika giliran Duo Pitik tiba…
Invite-chan maju ke kamera.
“Halo semuanya.”
“Kami dari Akademi Digital.”
“My name is Invite-chan.”
My Hero melanjutkan.
“Dan saya My Hero.”
“Kami dikenal sebagai Duo Pitik.”
Beberapa tim terlihat tersenyum mendengar nama unik itu.
Namun pemimpin Arclight Team menatap layar dengan serius.
Ia berkata pelan kepada timnya.
“Akademi Digital…”
“Menarik.”
Invite-chan merasa tatapan itu seperti tantangan.
Kompetisi bahkan belum dimulai.
Namun rivalitas sudah mulai terasa.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Bayangan Hacker
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Malam itu setelah latihan selesai…
My Hero kembali memeriksa sistem keamanan lab.
Ia membuka log server.
Semuanya terlihat normal.
Namun tiba-tiba satu koneksi aneh muncul sebentar.
My Hero langsung mengetik beberapa perintah.
Koneksi itu menghilang dalam hitungan detik.
Invite-chan bertanya.
“Apa itu?”
My Hero menghela napas.
“Tidak yakin.”
Namun di layar log server terlihat sebuah pesan kecil.
Pesan itu hanya muncul satu detik.
Kompetisi ini akan sangat menyenangkan.
Invite-chan langsung tahu siapa yang mungkin mengirimnya.
Ia menatap My Hero.
“GhostRoot lagi?”
My Hero menutup laptopnya perlahan.
“Sepertinya… dia juga menonton.”
Kompetisi teknologi nasional belum dimulai.
Namun bukan hanya tim rival yang menunggu.
Hacker misterius itu juga ada di balik bayangan.
✨ Episode 63 selesai
Episode selanjutnya:
๐ Episode 64 — Dedeng-sensei Memberi Tantangan Berat
Di episode ini:
- latihan super sulit untuk Duo Pitik
- ujian coding ekstrem
- latihan robot
- dan persiapan babak kompetisi pertama.



0 komentar:
Post a Comment