Dua Siswi Paling Ribut di Kelas
Akademi Digital Dedeng-sensei — Episode 2
Pagi di Akademi Digital selalu dimulai dengan suara keyboard.
Klik.
Klik.
Klik.
Di ruang kelas Teknologi Sistem Digital, hampir semua siswa sudah sibuk dengan laptop masing-masing.
Namun di sudut kelas…
Ada suara lain.
“Program kamu itu tidak efisien!”
“Algoritma kamu yang salah!”
Semua orang langsung tahu siapa yang ribut.
Dua siswi yang paling terkenal di kelas.
Invite-chan dan My Hero.
Perdebatan yang Tidak Pernah Selesai
Invite-chan berdiri di depan laptopnya dengan ekspresi kesal.
“Kalau pakai algoritma itu, proses AI bisa lebih cepat!”
My Hero menggeleng.
“Tidak. Itu hanya cepat di awal, tapi lambat saat data semakin besar.”
Invite-chan menunjuk layar.
“Lihat saja! Aku sudah uji coba.”
My Hero menyilangkan tangan.
“Coba jalankan dengan dataset yang lebih besar.”
Invite-chan langsung mengetik kode.
Beberapa detik kemudian…
Laptopnya mulai melambat.
Programnya berhenti.
Lalu muncul tulisan:
Program Not Responding
Seluruh kelas tertawa kecil.
Invite-chan menatap layar dengan wajah kaget.
My Hero tersenyum kecil.
“Aku sudah bilang.”
Invite-chan langsung menoleh.
“Itu cuma bug kecil!”
Namun sebelum perdebatan semakin panas…
Pintu kelas terbuka.
Dedeng-sensei Datang
Dedeng-sensei masuk dengan santai sambil membawa kopi.
Ia melihat suasana kelas yang cukup ramai.
Lalu ia berkata:
“Sepertinya kelas ini sudah mulai hangat.”
Beberapa siswa tertawa.
Dedeng-sensei berjalan ke papan digital.
Ia menulis sebuah kalimat besar:
“Teknologi terbaik lahir dari perdebatan.”
Lalu ia menoleh ke seluruh kelas.
“Dan hari ini…”
Ia menunjuk Invite-chan dan My Hero.
“Kita punya contoh sempurna.”
Seluruh kelas langsung tertawa.
Invite-chan menghela napas.
My Hero hanya tersenyum santai.
Tugas Hari Ini
Dedeng-sensei membuka laptopnya.
Layar besar di kelas menyala.
Di layar muncul sebuah tampilan sistem sederhana.
“Ini adalah simulasi AI chatbot,” kata Dedeng-sensei.
“Namun ada masalah kecil.”
Ia mengetik beberapa perintah.
Chatbot itu tiba-tiba menjawab dengan kalimat aneh.
Salah satu siswa mengetik:
Halo
Jawaban AI muncul:
Apakah kamu seekor robot?
Seluruh kelas tertawa.
Siswa lain mengetik:
Siapa kamu?
AI menjawab:
Saya adalah kulkas.
Kelas semakin ramai.
Dedeng-sensei menutup laptopnya.
“Seperti yang kalian lihat…”
“AI ini agak… bingung.”
Invite-chan langsung tertarik.
“Sensei, itu karena model bahasanya belum dilatih dengan baik.”
My Hero menambahkan.
“Atau mungkin dataset-nya rusak.”
Dedeng-sensei tersenyum.
“Bagus.”
Ia menunjuk keduanya.
“Silakan perbaiki.”
Invite-chan dan My Hero langsung berdiri.
Namun mereka berkata bersamaan:
“Aku duluan!”
Mereka saling menatap.
“Tidak, aku duluan!” kata Invite-chan.
My Hero menggeleng.
“Kalau kamu duluan, server bisa meledak.”
Seluruh kelas tertawa lagi.
Dedeng-sensei hanya menggeleng pelan.
“Baiklah.”
Ia berkata dengan tenang.
“Kalian berdua bekerja bersama.”
Invite-chan dan My Hero langsung menjawab:
“Tidak mau!”
Duo Pitik di Lab Komputer
Akhirnya Dedeng-sensei punya ide.
Ia membawa seluruh kelas ke lab komputer utama.
Lab itu penuh dengan server kecil dan monitor besar.
Dedeng-sensei menunjuk dua komputer di tengah ruangan.
“Kalian berdua duduk di sana.”
Invite-chan di kiri.
My Hero di kanan.
Satu server di tengah.
“Server ini hanya punya satu aturan,” kata Dedeng-sensei.
“Jika sistem rusak…”
Ia berhenti sejenak.
“Kalian harus memperbaikinya bersama.”
Invite-chan menghela napas.
My Hero menyeringai.
“Baiklah.”
AI yang Aneh
Invite-chan mulai mengetik kode.
Ia mencoba memperbaiki model AI.
My Hero melihat log server.
“Tunggu,” kata My Hero.
“Ada file aneh di sini.”
Invite-chan mendekat.
“File apa?”
My Hero menunjuk layar.
Nama filenya:
training_old_v1
Invite-chan membuka file itu.
Isi datasetnya sangat aneh.
Ada banyak kalimat tidak masuk akal seperti:
-
“Kucing adalah laptop.”
-
“Air bisa menjalankan program.”
-
“Manusia adalah printer.”
Invite-chan langsung tertawa.
“Pantas saja AI-nya kacau!”
My Hero mengangguk.
“Dataset-nya benar-benar rusak.”
Invite-chan langsung menghapus file itu.
Lalu ia menjalankan program pelatihan ulang.
Server mulai bekerja.
Lampu server berkedip.
Namun tiba-tiba…
Layar berubah merah.
SYSTEM OVERLOAD
Invite-chan panik.
“Eh?!”
My Hero langsung melihat monitor.
“Server kelebihan proses!”
Invite-chan buru-buru menghentikan program.
Namun sudah terlambat.
Seluruh lab komputer tiba-tiba…
mati.
Lampu padam.
Monitor mati.
Seluruh siswa terdiam.
Dedeng-sensei Tersenyum
Beberapa detik kemudian listrik kembali menyala.
Server perlahan hidup lagi.
Invite-chan dan My Hero saling menatap dengan wajah panik.
“Sepertinya kita membuat masalah,” kata Invite-chan.
My Hero mengangguk.
Dedeng-sensei berjalan mendekat.
Namun bukannya marah…
Ia justru tersenyum.
“Kalian tahu apa yang baru saja terjadi?”
Invite-chan menjawab pelan.
“Kami merusak server…”
Dedeng-sensei menggeleng.
“Kalian baru saja menemukan masalah besar dalam sistem.”
My Hero mengerutkan dahi.
“Maksudnya?”
Dedeng-sensei menunjuk server.
“Server ini seharusnya tidak bisa overload semudah itu.”
Seluruh kelas mulai mengerti.
Invite-chan berkata pelan:
“Berarti…”
My Hero melanjutkan:
“Ada bug besar di sistem akademi.”
Dedeng-sensei mengangguk.
“Benar.”
Ia menatap dua muridnya dengan serius.
“Dan sepertinya…”
“Kalian berdua adalah orang yang akan menemukannya.”
Invite-chan tersenyum lebar.
My Hero juga terlihat tertarik.
Karena mereka berdua tahu satu hal.
Jika ada bug besar di sistem…
Maka itu berarti ada misteri yang harus dipecahkan.
Sesuatu di Server
Namun tanpa mereka sadari…
Di salah satu server akademi…
Sebuah program kecil aktif.
Layar server menunjukkan satu kalimat.
Connection Established
Seseorang dari luar akademi…
Sedang melihat aktivitas mereka.
Dan di layar itu muncul pesan baru.
Target Found: Duo Pitik
Baca Episode Selanjutnya
Di Episode 3: Invite-chan Membuat AI Pertama
Invite-chan mencoba membuat AI baru untuk membantu siswa di akademi.
Namun AI itu tiba-tiba mulai belajar terlalu cepat… dan mengetahui sesuatu yang tidak seharusnya diketahui.






0 komentar:
Post a Comment