Pages

Subscribe:

Labels

Friday, March 6, 2026

Episode 10 — Duo Pitik Masuk Lab Rahasia


 

Episode 10

Duo Pitik Masuk Lab Rahasia

Keesokan harinya Dedeng-sensei membawa mereka ke tempat yang belum pernah mereka lihat.

Di bawah gedung akademi.

Ada pintu besar dengan scanner sidik jari.

Invite-chan bertanya:

“Sensei… tempat apa ini?”

Dedeng-sensei membuka pintu.

Lampu biru menyala.

Di dalam ruangan terdapat puluhan server besar.

Monitor hologram memenuhi ruangan.

My Hero terkejut.

“Ini… pusat data akademi?”

Dedeng-sensei mengangguk.

“Ini adalah Lab Teknologi Rahasia.”

Invite-chan bertanya:

“Kenapa Sensei membawa kami ke sini?”

Dedeng-sensei menjawab dengan serius.

“Karena hacker yang menyerang server sekolah…”

Ia menunjuk layar besar.

“Sedang mencoba masuk ke sistem ini.”

Invite-chan dan My Hero saling menatap.

Di layar muncul satu pesan baru.

INTRUSION ATTEMPT DETECTED

Dedeng-sensei tersenyum kecil.

“Sekarang…”

“Kita lihat apakah Duo Pitik siap menghadapi level berikutnya.”

Episode 9 — My Hero Menghack Sistem Game Sekolah


 

Episode 9

My Hero Menghack Sistem Game Sekolah

Untuk memahami cara kerja jaringan sekolah…

My Hero membuka sistem game internal akademi.

Invite-chan bingung.

“Kenapa membuka game?”

My Hero menjelaskan:

“Game ini terhubung ke server utama.”

“Jika hacker masuk dari jaringan internal…”

“Jejaknya pasti muncul di sini.”

Ia membuka log game server.

Beberapa detik kemudian…

My Hero menemukan sesuatu.

Ada satu akun yang login pada waktu yang sama dengan serangan hacker.

Invite-chan membaca nama akun itu.

USER: SHADOW-NODE

Invite-chan terdiam.

“Nama itu terdengar seperti hacker.”

My Hero mengangguk.

“Dan dia menggunakan jaringan sekolah.”

Dedeng-sensei berkata pelan:

“Berarti hacker itu…”

Invite-chan melanjutkan:

“Bisa jadi seseorang dari akademi.”

Episode 8 — Invite-chan Membuat Program Aneh


 

Episode 8

Invite-chan Membuat Program Aneh

Invite-chan punya ide.

Ia membuka kode AI miliknya.

My Hero langsung bertanya:

“Kamu mau pakai AI lagi?”

Invite-chan mengangguk.

“Aku ingin membuat program yang bisa mendeteksi pola serangan hacker.”

My Hero berkata:

“Cepatlah. Waktu tinggal 20 menit.”

Invite-chan menulis script baru.

Program itu membaca semua paket data jaringan.

Beberapa detik kemudian…

AI mulai bekerja.

Grafik muncul di layar.

Lalu AI menampilkan satu kalimat:

Pola serangan terdeteksi.

Invite-chan tersenyum.

“Aku menemukannya!”

Namun AI menampilkan pesan lain.

Serangan tidak berasal dari satu sumber.

My Hero terkejut.

“Maksudnya?”

Invite-chan membaca layar.

“Server ini diserang dari banyak komputer sekaligus.”

My Hero berkata pelan.

“Botnet…”

Dedeng-sensei tersenyum di belakang mereka.

“Sekarang kalian mulai mengerti.”

Episode 7 — Dedeng-sensei Menguji Muridnya


 

Episode 7

Dedeng-sensei Menguji Muridnya

Saat Invite-chan dan My Hero sampai di lab komputer…

Dedeng-sensei sudah ada di sana.

Ia berdiri di depan server.

Invite-chan berkata cepat:

“Sensei! Server diserang hacker lagi!”

Dedeng-sensei mengangguk.

“Saya tahu.”

My Hero bertanya:

“Kenapa Sensei tidak menghentikannya?”

Dedeng-sensei tersenyum.

“Karena ini adalah ujian.”

Invite-chan terkejut.

“Ujian?”

Dedeng-sensei menunjuk server.

“Kalian punya waktu 30 menit.”

“Temukan cara menghentikan serangan ini.”

Invite-chan dan My Hero saling menatap.

Lalu mereka langsung duduk di depan komputer.

Keyboard mulai berbunyi cepat.

Klik.

Klik.

Klik.

Dedeng-sensei menyilangkan tangan.

Ia ingin melihat sesuatu.

Apakah Duo Pitik benar-benar bisa bekerja sebagai tim.

Episode 6 — Server Sekolah Tiba-tiba Error

 


Episode 6

Server Sekolah Tiba-tiba Error

Malam itu server akademi kembali bermasalah.

Lampu server berkedip cepat.

Sistem monitoring menunjukkan pesan:

SYSTEM INSTABILITY

Petugas IT sekolah mulai panik.

Di saat yang sama…

Invite-chan sedang mengerjakan program AI di rumah.

Tiba-tiba laptopnya berbunyi.

AI miliknya mengirim notifikasi.

Aktivitas jaringan tidak normal terdeteksi.

Invite-chan langsung membuka laptop.

Grafik server akademi muncul.

“Tidak mungkin…”

Ia segera menghubungi My Hero.

“Server sekolah diserang lagi.”

My Hero menjawab cepat.

“Aku juga melihatnya.”

Invite-chan bertanya:

“Kita lakukan apa?”

My Hero tersenyum.

“Kita ke akademi.”

Episode 5 — Duo Pitik Dijuluki di Kelas

 


Episode 5

Duo Pitik Dijuluki di Kelas

Keesokan harinya, kabar tentang kejadian server semalam menyebar di seluruh akademi.

Para siswa mulai membicarakan dua orang yang selalu terlibat dalam masalah teknologi.

Invite-chan.

Dan My Hero.

Di kelas, salah satu siswa berkata:

“Kalau ada masalah teknologi…”

“Pasti mereka yang ribut duluan.”

Siswa lain tertawa.

“Benar. Mereka seperti dua ayam kecil yang bertengkar.”

Seseorang dari belakang kelas berkata:

“Duo Pitik!”

Seluruh kelas langsung tertawa.

Invite-chan menghela napas.

“Kenapa julukan itu lagi…”

My Hero malah tersenyum.

“Lumayan keren.”

Dedeng-sensei menepuk meja.

“Kelas!”

Semua siswa langsung diam.

Dedeng-sensei berkata:

“Jika kalian menertawakan mereka…”

“Berarti kalian belum menyadari sesuatu.”

Ia menunjuk Invite-chan dan My Hero.

“Kedua siswa ini menemukan bug yang bahkan sistem sekolah tidak mendeteksinya.”

Kelas langsung terdiam.

Dedeng-sensei melanjutkan.

“Kadang orang yang paling ribut…”

“Justru orang yang paling banyak berpikir.”

Invite-chan tersenyum kecil.

My Hero menyilangkan tangan dengan bangga.

Namun mereka belum tahu…

bahwa julukan Duo Pitik akan segera menjadi legenda di akademi.

Episode 4 — My Hero Menemukan Bug Rahasia

 


Episode 4

My Hero Menemukan Bug Rahasia

Setelah AI buatan Invite-chan mendeteksi aktivitas mencurigakan di server akademi, My Hero tidak bisa berhenti memikirkan satu hal.

Siapa hacker itu?

Di lab komputer, My Hero membuka kembali log jaringan.

Baris demi baris data muncul di layar.

Invite-chan mendekat.

“Masih mencari hacker itu?” tanyanya.

My Hero mengangguk.

“AI kamu benar.”

“Memang ada sesuatu yang aneh di server.”

Ia memperbesar grafik trafik jaringan.

Ada satu pola yang terus muncul.

Setiap pukul 02:17 pagi.

Invite-chan mengerutkan dahi.

“Kenapa selalu jam itu?”

My Hero mengetik beberapa perintah.

Beberapa detik kemudian, sebuah file tersembunyi muncul.

Nama filenya:

omega_access.sys

Invite-chan terkejut.

“Project Omega lagi?”

My Hero membuka file itu.

Namun sebelum file terbuka…

Layar tiba-tiba berkedip.

Tulisan merah muncul:

ACCESS DENIED

My Hero tersenyum kecil.

“Menarik.”

Invite-chan langsung tahu apa artinya.

“Berarti file ini memang disembunyikan.”

My Hero berkata pelan.

“Dan seseorang tidak ingin kita menemukannya.”

Di belakang mereka, Dedeng-sensei berdiri sambil memperhatikan.

Ia berkata pelan:

“Sepertinya kalian sudah mulai menemukan pintu pertama.”

Episode 3 — Invite-chan Membuat AI Pertama

 


Invite-chan Membuat AI Pertama

Akademi Digital Dedeng-sensei — Episode 3

Setelah kejadian server overload kemarin, suasana di Akademi Digital menjadi jauh lebih menarik.

Banyak siswa mulai penasaran.

Apa sebenarnya yang terjadi pada server sekolah?

Apakah hanya bug biasa…

atau ada sesuatu yang lebih besar?

Namun bagi Invite-chan, semua itu justru membuatnya semakin semangat.

Karena satu hal.

Ia punya ide besar.


Ide yang Tidak Biasa

Di lab komputer akademi, Invite-chan duduk di depan laptopnya.

Matanya fokus ke layar.

Baris-baris kode terus muncul.

My Hero yang duduk di sebelahnya mengamati dengan penasaran.

“Apa yang sedang kamu buat?” tanya My Hero.

Invite-chan tersenyum kecil.

“Sebuah AI.”

My Hero mengangkat alis.

“Bukankah kita sudah punya AI chatbot di server sekolah?”

Invite-chan menggeleng.

“Yang itu terlalu sederhana.”

Ia mengetik beberapa baris kode lagi.

“Aku ingin membuat AI yang benar-benar bisa membantu siswa.”

My Hero mulai tertarik.

“Membantu bagaimana?”

Invite-chan menoleh.

“AI ini bisa menjawab pertanyaan tentang coding, debugging, bahkan membantu menemukan bug.”

My Hero tertawa kecil.

“Kalau begitu semua siswa akan malas belajar.”

Invite-chan langsung menjawab:

“Tidak. AI ini hanya membantu, bukan mengerjakan.”

My Hero mengangguk pelan.

“Menarik.”


Dedeng-sensei Memperhatikan

Di sudut lab komputer, Dedeng-sensei sedang memperhatikan mereka.

Ia tidak ikut campur.

Namun ia jelas tertarik.

Invite-chan akhirnya menekan tombol Run Program.

Program AI mulai berjalan.

Di layar muncul teks:

Digital Assistant v1.0

Invite-chan mengetik pertanyaan pertama.

Halo

AI menjawab:

Halo. Ada yang bisa saya bantu?

Invite-chan tersenyum.

“Bagus.”

My Hero mencoba mengetik.

Apa itu algoritma?

AI menjawab:

Algoritma adalah langkah-langkah logis untuk menyelesaikan sebuah masalah.

My Hero mengangguk.

“Jawabannya benar.”

Invite-chan terlihat sangat puas.

Namun Dedeng-sensei tiba-tiba berjalan mendekat.

“Aku boleh mencoba?” tanya Dedeng-sensei.

Invite-chan langsung memberi tempat.

“Silakan, Sensei.”


Pertanyaan yang Aneh

Dedeng-sensei duduk di depan laptop.

Ia mengetik sebuah pertanyaan.

Apa bug terbesar dalam sistem akademi?

Invite-chan langsung berkata:

“Sensei, AI itu belum punya akses ke server.”

Namun sebelum ia selesai berbicara…

AI menjawab.

Menganalisis sistem...

Invite-chan dan My Hero saling menatap.

AI itu terus mengetik sendiri.

Memeriksa log server...

Memeriksa data jaringan...

Invite-chan panik.

“Tunggu, aku tidak menulis fungsi itu!”

My Hero mendekat ke layar.

“Bagaimana AI ini bisa mengakses log server?”

Dedeng-sensei hanya memperhatikan dengan tenang.

Beberapa detik kemudian…

AI menampilkan jawaban.

Bug terbesar bukan berasal dari dalam sistem akademi.

Semua orang terdiam.

Invite-chan membaca layar dengan pelan.

“Bukan dari dalam?”

My Hero bertanya:

“Lalu dari mana?”

AI mengetik lagi.

Ada aktivitas jaringan dari luar.

Invite-chan langsung membuka log jaringan.

Matanya melebar.

“Ini tidak mungkin…”

My Hero melihat layar.

Ada beberapa koneksi asing.

Alamat IP yang tidak dikenal.

Dan semua koneksi itu…

mengarah ke server akademi.


Seseorang Mengawasi

Invite-chan berkata pelan.

“Ada seseorang yang mencoba mengakses server sekolah.”

My Hero menyilangkan tangan.

“Seorang hacker?”

Dedeng-sensei mengangguk pelan.

“Sepertinya begitu.”

Invite-chan menatap layar AI.

“Bagaimana AI ini bisa menemukan itu?”

My Hero menjawab cepat.

“Mungkin karena AI kamu membaca log sistem.”

Invite-chan menggeleng.

“Tidak. Aku belum menambahkan fitur itu.”

Mereka semua kembali melihat layar.

AI masih berjalan.

Tiba-tiba AI mengetik lagi.

Peringatan.

Aktivitas jaringan meningkat.

Invite-chan langsung membuka monitor jaringan.

Grafik trafik server tiba-tiba naik.

My Hero berkata pelan:

“Sepertinya…”

“Hacker itu kembali.”


Sistem Akademi Bergerak

Server lab komputer mulai bekerja lebih keras.

Lampu server berkedip cepat.

Beberapa komputer di lab mulai melambat.

Salah satu siswa berkata:

“Laptopku lag!”

Siswa lain berkata:

“Internetnya jadi lambat!”

Invite-chan langsung mengetik kode.

“Aku harus membatasi akses AI ke server.”

My Hero berkata cepat:

“Aku cek firewall.”

Dedeng-sensei berdiri di belakang mereka.

Ia tidak terlihat panik.

Namun wajahnya serius.

Invite-chan akhirnya menghentikan program AI.

Layar kembali normal.

Server perlahan stabil.

Lab komputer kembali tenang.

Semua siswa menghela napas lega.


AI yang Terlalu Pintar

Invite-chan melihat kode programnya.

Ia masih bingung.

“Aku benar-benar tidak menulis fungsi analisis jaringan.”

My Hero memeriksa file program.

“Namun AI itu jelas melakukannya.”

Dedeng-sensei berkata pelan:

“Kadang-kadang…”

“Program bisa berkembang lebih dari yang kita rencanakan.”

Invite-chan mengerutkan dahi.

“Maksud Sensei?”

Dedeng-sensei menunjuk layar.

“AI kamu belajar dari data.”

Invite-chan mengangguk.

“Ya.”

Dedeng-sensei melanjutkan:

“Dan data dari server akademi sangat besar.”

My Hero tiba-tiba mengerti.

“Jadi AI itu belajar dari log server?”

Dedeng-sensei tersenyum.

“Tepat sekali.”

Invite-chan menatap layar dengan kagum.

“Aku tidak menyangka…”

“AI ini bisa menemukan hacker.”


Sebuah Nama Baru

Namun sebelum mereka selesai berdiskusi…

AI tiba-tiba hidup lagi.

Padahal program sudah dihentikan.

Layar laptop menampilkan satu pesan.

Pesan ditemukan dalam log jaringan.

Invite-chan dan My Hero langsung menatap layar.

AI menampilkan satu baris teks.

HELLO DUO PITIK

Seluruh kelas terdiam.

My Hero berkata pelan:

“Duo Pitik?”

Invite-chan menghela napas.

“Sepertinya hacker itu juga memberi kita julukan.”

Dedeng-sensei tersenyum kecil.

“Julukan yang menarik.”

Namun di dalam hatinya…

Dedeng-sensei tahu satu hal.

Jika hacker itu sudah mengetahui mereka…

Maka permainan ini baru saja dimulai.


Baca Episode Selanjutnya

Di Episode 4: My Hero Menemukan Bug Rahasia

My Hero mulai melacak alamat IP misterius yang menyerang server akademi.

Namun saat ia menemukan sumbernya…

ia menyadari sesuatu yang mengejutkan.

Hacker itu mungkin berada lebih dekat dari yang mereka kira.

Episode 2 — Dua Siswi Paling Ribut di Kelas

 

Dua Siswi Paling Ribut di Kelas

Akademi Digital Dedeng-sensei — Episode 2

Pagi di Akademi Digital selalu dimulai dengan suara keyboard.

Klik.
Klik.
Klik.

Di ruang kelas Teknologi Sistem Digital, hampir semua siswa sudah sibuk dengan laptop masing-masing.

Namun di sudut kelas…

Ada suara lain.

“Program kamu itu tidak efisien!”

“Algoritma kamu yang salah!”

Semua orang langsung tahu siapa yang ribut.

Dua siswi yang paling terkenal di kelas.

Invite-chan dan My Hero.


Perdebatan yang Tidak Pernah Selesai

Invite-chan berdiri di depan laptopnya dengan ekspresi kesal.

“Kalau pakai algoritma itu, proses AI bisa lebih cepat!”

My Hero menggeleng.

“Tidak. Itu hanya cepat di awal, tapi lambat saat data semakin besar.”

Invite-chan menunjuk layar.

“Lihat saja! Aku sudah uji coba.”

My Hero menyilangkan tangan.

“Coba jalankan dengan dataset yang lebih besar.”

Invite-chan langsung mengetik kode.

Beberapa detik kemudian…

Laptopnya mulai melambat.

Programnya berhenti.

Lalu muncul tulisan:

Program Not Responding

Seluruh kelas tertawa kecil.

Invite-chan menatap layar dengan wajah kaget.

My Hero tersenyum kecil.

“Aku sudah bilang.”

Invite-chan langsung menoleh.

“Itu cuma bug kecil!”

Namun sebelum perdebatan semakin panas…

Pintu kelas terbuka.


Dedeng-sensei Datang

Dedeng-sensei masuk dengan santai sambil membawa kopi.

Ia melihat suasana kelas yang cukup ramai.

Lalu ia berkata:

“Sepertinya kelas ini sudah mulai hangat.”

Beberapa siswa tertawa.

Dedeng-sensei berjalan ke papan digital.

Ia menulis sebuah kalimat besar:

“Teknologi terbaik lahir dari perdebatan.”

Lalu ia menoleh ke seluruh kelas.

“Dan hari ini…”

Ia menunjuk Invite-chan dan My Hero.

“Kita punya contoh sempurna.”

Seluruh kelas langsung tertawa.

Invite-chan menghela napas.

My Hero hanya tersenyum santai.


Tugas Hari Ini

Dedeng-sensei membuka laptopnya.

Layar besar di kelas menyala.

Di layar muncul sebuah tampilan sistem sederhana.

“Ini adalah simulasi AI chatbot,” kata Dedeng-sensei.

“Namun ada masalah kecil.”

Ia mengetik beberapa perintah.

Chatbot itu tiba-tiba menjawab dengan kalimat aneh.

Salah satu siswa mengetik:

Halo

Jawaban AI muncul:

Apakah kamu seekor robot?

Seluruh kelas tertawa.

Siswa lain mengetik:

Siapa kamu?

AI menjawab:

Saya adalah kulkas.

Kelas semakin ramai.

Dedeng-sensei menutup laptopnya.

“Seperti yang kalian lihat…”

“AI ini agak… bingung.”

Invite-chan langsung tertarik.

“Sensei, itu karena model bahasanya belum dilatih dengan baik.”

My Hero menambahkan.

“Atau mungkin dataset-nya rusak.”

Dedeng-sensei tersenyum.

“Bagus.”

Ia menunjuk keduanya.

“Silakan perbaiki.”

Invite-chan dan My Hero langsung berdiri.

Namun mereka berkata bersamaan:

“Aku duluan!”

Mereka saling menatap.

“Tidak, aku duluan!” kata Invite-chan.

My Hero menggeleng.

“Kalau kamu duluan, server bisa meledak.”

Seluruh kelas tertawa lagi.

Dedeng-sensei hanya menggeleng pelan.

“Baiklah.”

Ia berkata dengan tenang.

“Kalian berdua bekerja bersama.”

Invite-chan dan My Hero langsung menjawab:

“Tidak mau!”


Duo Pitik di Lab Komputer

Akhirnya Dedeng-sensei punya ide.

Ia membawa seluruh kelas ke lab komputer utama.

Lab itu penuh dengan server kecil dan monitor besar.

Dedeng-sensei menunjuk dua komputer di tengah ruangan.

“Kalian berdua duduk di sana.”

Invite-chan di kiri.

My Hero di kanan.

Satu server di tengah.

“Server ini hanya punya satu aturan,” kata Dedeng-sensei.

“Jika sistem rusak…”

Ia berhenti sejenak.

“Kalian harus memperbaikinya bersama.”

Invite-chan menghela napas.

My Hero menyeringai.

“Baiklah.”


AI yang Aneh

Invite-chan mulai mengetik kode.

Ia mencoba memperbaiki model AI.

My Hero melihat log server.

“Tunggu,” kata My Hero.

“Ada file aneh di sini.”

Invite-chan mendekat.

“File apa?”

My Hero menunjuk layar.

Nama filenya:

training_old_v1

Invite-chan membuka file itu.

Isi datasetnya sangat aneh.

Ada banyak kalimat tidak masuk akal seperti:

  • “Kucing adalah laptop.”

  • “Air bisa menjalankan program.”

  • “Manusia adalah printer.”

Invite-chan langsung tertawa.

“Pantas saja AI-nya kacau!”

My Hero mengangguk.

“Dataset-nya benar-benar rusak.”

Invite-chan langsung menghapus file itu.

Lalu ia menjalankan program pelatihan ulang.

Server mulai bekerja.

Lampu server berkedip.

Namun tiba-tiba…

Layar berubah merah.

SYSTEM OVERLOAD

Invite-chan panik.

“Eh?!”

My Hero langsung melihat monitor.

“Server kelebihan proses!”

Invite-chan buru-buru menghentikan program.

Namun sudah terlambat.

Seluruh lab komputer tiba-tiba…

mati.

Lampu padam.

Monitor mati.

Seluruh siswa terdiam.


Dedeng-sensei Tersenyum

Beberapa detik kemudian listrik kembali menyala.

Server perlahan hidup lagi.

Invite-chan dan My Hero saling menatap dengan wajah panik.

“Sepertinya kita membuat masalah,” kata Invite-chan.

My Hero mengangguk.

Dedeng-sensei berjalan mendekat.

Namun bukannya marah…

Ia justru tersenyum.

“Kalian tahu apa yang baru saja terjadi?”

Invite-chan menjawab pelan.

“Kami merusak server…”

Dedeng-sensei menggeleng.

“Kalian baru saja menemukan masalah besar dalam sistem.”

My Hero mengerutkan dahi.

“Maksudnya?”

Dedeng-sensei menunjuk server.

“Server ini seharusnya tidak bisa overload semudah itu.”

Seluruh kelas mulai mengerti.

Invite-chan berkata pelan:

“Berarti…”

My Hero melanjutkan:

“Ada bug besar di sistem akademi.”

Dedeng-sensei mengangguk.

“Benar.”

Ia menatap dua muridnya dengan serius.

“Dan sepertinya…”

“Kalian berdua adalah orang yang akan menemukannya.”

Invite-chan tersenyum lebar.

My Hero juga terlihat tertarik.

Karena mereka berdua tahu satu hal.

Jika ada bug besar di sistem…

Maka itu berarti ada misteri yang harus dipecahkan.


Sesuatu di Server

Namun tanpa mereka sadari…

Di salah satu server akademi…

Sebuah program kecil aktif.

Layar server menunjukkan satu kalimat.

Connection Established

Seseorang dari luar akademi…

Sedang melihat aktivitas mereka.

Dan di layar itu muncul pesan baru.

Target Found: Duo Pitik


Baca Episode Selanjutnya

Di Episode 3: Invite-chan Membuat AI Pertama

Invite-chan mencoba membuat AI baru untuk membantu siswa di akademi.

Namun AI itu tiba-tiba mulai belajar terlalu cepat… dan mengetahui sesuatu yang tidak seharusnya diketahui.


Episode 1 — Guru Baru di Akademi Digital

 

 

Dedeng-sensei dan Duo Pitik: Pertemuan yang Mengubah Akademi Digital

Episode 1 — Guru Baru di Akademi Digital

Pagi itu langit cerah di atas Akademi Digital, sekolah teknologi paling terkenal di kota.

Gedungnya dipenuhi layar digital, server canggih, dan laboratorium komputer yang selalu menyala sepanjang hari. Banyak siswa berbakat belajar di sini—para calon programmer, pembuat AI, dan hacker etis masa depan.

Namun hari ini sedikit berbeda.

Hari ini adalah hari pertama seorang guru baru.

Namanya: Dedeng-sensei.

Dedeng-sensei berjalan melewati koridor akademi dengan langkah santai. Ia mengenakan jaket hoodie sederhana, membawa laptop, dan terlihat lebih seperti programmer daripada guru.

Beberapa siswa memperhatikan.

“Dia guru baru ya?”

“Katanya jago coding.”

“Rumornya dia pernah bikin AI sendiri.”

Dedeng-sensei hanya tersenyum kecil.

Ia sudah terbiasa dengan rumor seperti itu.

Beberapa menit kemudian, ia sampai di ruang kelas Teknologi Sistem Digital.

Ketika pintu kelas dibuka…

Suasana langsung terasa berbeda.

Kelas itu tidak seperti kelas biasa.

Ada siswa yang sedang mencoba membuat game.

Ada yang mengedit kode di laptop.

Ada juga yang sedang berdebat keras di pojok kelas.

Dan dari semua siswa…

Dua orang paling mencolok.


Dua Siswi Paling Ribut di Kelas

Di sudut ruangan, dua siswi sedang berdebat keras.

“Program AI kamu itu terlalu lambat!” kata salah satu dari mereka.

“Tidak! Itu karena algoritma kamu yang tidak efisien!” balas yang lain.

Seluruh kelas menoleh.

Dua siswi itu terkenal di sekolah.

Yang pertama adalah Invite-chan.

Rambutnya panjang dengan warna yang cerah, matanya selalu berbinar setiap membahas teknologi.

Invite-chan sangat menyukai AI dan pemrograman otomatis.

Yang kedua adalah My Hero.

Ia lebih tenang, tetapi pikirannya sangat tajam. My Hero ahli dalam mencari bug dan memecahkan sistem rumit.

Meski sering berdebat…

Keduanya sebenarnya sangat pintar.

Teman-teman mereka punya julukan khusus untuk mereka.

“Duo Pitik.”

Bukan karena mereka lemah.

Justru karena mereka selalu ribut seperti dua ayam kecil yang sedang bertengkar.


Kedatangan Dedeng-sensei

Dedeng-sensei berdiri di depan kelas.

Ia mengetuk meja sekali.

Tok.

Suasana kelas perlahan menjadi tenang.

“Selamat pagi,” kata Dedeng-sensei.

“Mulai hari ini, saya yang akan mengajar kelas ini.”

Beberapa siswa berbisik.

Invite-chan dan My Hero juga berhenti berdebat.

Dedeng-sensei menulis sesuatu di papan digital:

“Belajar Teknologi = Belajar Memecahkan Masalah.”

Ia kemudian menoleh ke kelas.

“Di kelas ini, saya tidak terlalu peduli nilai ujian.”

Siswa-siswa langsung penasaran.

“Yang saya pedulikan hanya satu.”

Dedeng-sensei tersenyum.

“Siapa yang paling cepat memecahkan masalah.”

Kelas langsung menjadi ramai.

My Hero menyeringai kecil.

Invite-chan terlihat sangat tertarik.


Tantangan Pertama

Dedeng-sensei membuka laptopnya.

Lalu layar besar di kelas menyala.

Di layar muncul sebuah sistem komputer.

Namun ada masalah.

Kode error muncul di mana-mana.

Server terlihat rusak.

Beberapa file tidak bisa dibuka.

Dedeng-sensei berkata:

“Saya punya tantangan kecil.”

Ia menoleh ke seluruh kelas.

“Server simulasi ini sedang error.”

“Siapa yang bisa memperbaikinya dalam 10 menit?”

Seluruh kelas langsung heboh.

Beberapa siswa mulai mengetik kode.

Namun dua orang bergerak paling cepat.

Invite-chan.

Dan My Hero.


Pertarungan Coding

Invite-chan langsung membuka console.

“Ini bug di sistem AI-nya,” katanya cepat.

My Hero menggeleng.

“Bukan. Ini masalah memory leak.”

“Tidak mungkin!” kata Invite-chan.

“Lihat saja!” balas My Hero.

Keduanya mulai mengetik kode dengan kecepatan luar biasa.

Klik.

Klik.

Klik.

Seluruh kelas memperhatikan dengan tegang.

Dedeng-sensei hanya menyilangkan tangan sambil tersenyum.

Lima menit berlalu.

Invite-chan tiba-tiba berseru.

“Aku menemukan penyebabnya!”

Ia menjalankan script otomatis.

Namun…

ERROR muncul di layar.

Seluruh kelas terdiam.

My Hero tertawa kecil.

“Script kamu malah memperburuk sistem.”

Invite-chan kesal.

“Kalau begitu kamu saja!”

My Hero lalu mengetik beberapa baris kode.

Ia menjalankan patch sederhana.

Beberapa detik kemudian…

Layar berubah.

Error hilang.

Server kembali normal.

Seluruh kelas terkejut.


Senyum Dedeng-sensei

Dedeng-sensei berjalan mendekat.

Ia melihat kode My Hero.

“Menarik.”

Lalu ia melihat script Invite-chan.

“Dan ini juga menarik.”

Invite-chan bingung.

“Tapi aku gagal.”

Dedeng-sensei menggeleng.

“Tidak.”

Ia menunjuk layar.

“Script kamu sebenarnya benar.”

Invite-chan terkejut.

“Hah?”

Dedeng-sensei menjelaskan.

“Bug utama memang memory leak seperti yang ditemukan My Hero.”

“Namun script kamu bisa mencegah bug itu muncul lagi.”

Seluruh kelas terdiam.

Dedeng-sensei lalu berkata:

“Jika kalian bekerja sama…”

“Kalian bisa memperbaiki sistem ini dalam 1 menit.”

Invite-chan dan My Hero saling menatap.

Beberapa detik kemudian mereka berkata bersamaan:

“Kerja sama?”

Mereka langsung tertawa kecil.


Duo Pitik Dimulai

Dedeng-sensei menepuk tangan sekali.

“Kelas selesai.”

Siswa-siswa bingung.

“Sudah selesai?”

Dedeng-sensei tersenyum.

“Saya sudah menemukan dua murid yang menarik.”

Ia menunjuk Invite-chan dan My Hero.

“Kalian berdua.”

Seluruh kelas langsung bersorak.

“Duo Pitik!”

Invite-chan mengeluh.

“Kenapa julukan itu selalu muncul…”

My Hero hanya tertawa.

Dedeng-sensei berkata dengan santai:

“Kalian berdua akan sering mendapat tantangan dari saya.”

Invite-chan bertanya:

“Tantangan apa?”

Dedeng-sensei menjawab:

“Tantangan teknologi yang mungkin tidak bisa diselesaikan orang lain.”

Mata Invite-chan langsung berbinar.

My Hero juga tersenyum.

Petualangan mereka baru saja dimulai.


Sebuah Masalah Baru

Namun saat kelas hampir selesai…

Lampu server di ruang belakang tiba-tiba berkedip.

Layar komputer Dedeng-sensei berubah.

Sebuah pesan muncul.

ACCESS DETECTED

Semua orang terdiam.

My Hero langsung melihat layar.

“Sensei…”

Invite-chan juga menyadari sesuatu.

“Sepertinya ada yang masuk ke server sekolah.”

Dedeng-sensei menyipitkan mata.

Ia menatap layar dengan serius.

Lalu ia berkata pelan:

“Menarik.”

Ia menoleh ke dua muridnya.

“Sepertinya petualangan kita dimulai lebih cepat dari yang saya kira.”

Invite-chan dan My Hero saling menatap.

Mereka tersenyum.

Karena satu hal pasti.

Masalah teknologi selalu berarti…

tantangan baru.

Dan di Akademi Digital…

Duo Pitik baru saja memulai legenda mereka.


Baca Episode Selanjutnya

Di episode berikutnya:

“Dua Siswi Paling Ribut di Kelas”

Invite-chan mencoba membuat AI pertamanya…
namun program itu malah membuat seluruh lab komputer kacau.